<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708</id><updated>2011-10-06T19:15:20.485+07:00</updated><category term='Tentang Suami'/><category term='Mendidik Anak'/><category term='Suami - Istri'/><category term='Kesehatan'/><category term='Tentang Istri'/><category term='Pernikahan'/><category term='Tetangga'/><title type='text'>Keluarga Sakinah</title><subtitle type='html'>Selamat Datang..... Terima kasih atas kunjungannya mudah-mudahan mendapat manfaat.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-4788161269222281373</id><published>2009-07-09T10:16:00.000+07:00</published><updated>2009-07-09T10:25:48.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami - Istri'/><title type='text'>Aku Mencintaimu dan Mendukungmu</title><content type='html'>Oleh: Dra. Anis Byarwati, MSi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com - Ekspresi cinta bisa bermacam-macam. Bagaimana dengan ekspresi cinta pasangan aktifis dakwah? Menjadi aktifis, saya rasa tidak berarti kehilangan ekspresi dalam mencintai pasangan. Bahkan menurut saya, ekspresi cinta pasangan aktifis dakwah itu unik, karena juga harus punya pengaruh positif untuk dakwah. Lho, kok bisa begitu? Apa hubungannya ekspresi kita dalam mencintai pasangan dengan dakwah?&lt;br /&gt;Berbicara soal cinta mencintai, saya terkesan dengan filosofi cinta yang dimiliki ibu saya. Filosofi beliau ini saya ‘tangkap’ secara tak sengaja ketika beliau sedang ‘menceramahi’ adik bungsu saya yang laki-laki yang sedang kasmaran. Cerita sedikit, begini kira-kira sebagian kecil isi ceramah ibu saya… “Kalau kamu mencintai seseorang malah membuat kamu jadi malas belajar, malas kuliah, malas ngapa-ngapain, membuat kamu malah jadi mundur kebelakang, itu cinta yang nggak benar …dst”.&lt;br /&gt;Jadi begitu rupanya. Saya mencoba merenungi kata-kata itu lebih dalam. Saya merasakan ada kebenaran dari ‘ceramah’ ibu saya itu. Mencintai seseorang tidak boleh membuat kita menjadi mundur ke belakang. Sebaliknya, mencintai seseorang harus membuat kita lebih produktif, lebih berenergi, lebih punya vitalitas. Singkatnya, mencintai seseorang harus membuat kita menjadi lebih baik dari sebelumnya!&lt;br /&gt;Lalu secara reflek saya mengaitkan itu dengan kehidupan cinta antara pasangan aktifis dakwah. Antara Ummahat al-Mukminin dengan Rasul Yang Mulia, antara para shahabiyat dengan suami mereka. Lihatlah ekspresi cinta Fathimah putri Rasulullah terhadap Ali bin Abi Thalib, Asma’ binti Abi Bakar terhadap Zubair bin Awwam, Ummu Sulaim terhadap Abu Thalhah, juga ekspresi cinta Khansa’, Nusaibah, dan para aktifis dakwah zaman ini. Mencintai suami tidak membuat mereka menjadi lemah atau mundur ke belakang. Mencintai suami juga tidak membuat mereka menjadi tak berdaya atau tak mandiri. Justru yang kita saksikan dalam sejarah, mencintai membuat mereka menjadi semakin kokoh, lebih produktif dan kontributif dalam beramal, lebih matang dan bijaksana dalam berperilaku. Dengan kata lain, mereka menjadi semakin ‘berkembang’ dan ‘bersinar’ setelah menikah!&lt;br /&gt;Betapa indahnya jika ekspresi cinta kita kepada suami membawa dampak seperti itu! Betapa indahnya jika ekspresi kita dalam mencintai suami memberi pengaruh posititif pada kehidupan kita, baik sebagai pribadi maupun sebagai aktifis dakwah.&lt;br /&gt;Menurut saya, mencintai suami tidak berarti ‘kehilangan’ diri kita sendiri. Tidak juga berarti kehilangan privacy, tidak membuat kita merasa ‘terhambat’, ‘terbelenggu’, atau ‘tak berdaya’. Kita bisa mencintai suami kita sambil tetap memiliki kepribadian kita sendiri, tetap memiliki privacy. Tentu saja semuanya dalam batas tertentu dan tetap berada dalam koridor yang sesuai dengan syari’at Allah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bahkan yang lebih dahsyat adalah, jika cinta kita kepada suami memiliki ‘kekuatan’ yang menggerakkan dan memotivasi. Lalu cinta itu mampu membuat kita ‘berkembang’, menjadikan kita semakin energik, produktif dan kontributif! Dengan begitu, pernikahan membawa keberkahan tersendiri bagi dakwah. Karena, dakwah mendapatkan ‘kekuatan dan darah baru’ dari pernikahan para aktifisnya.&lt;br /&gt;Apakah hal itu terlalu idealis? Karena kenyataan kadang berkata sebaliknya. Berapa banyak perempuan kita yang setelah menikah merasa dirinya tidak berkembang? Atau merasa hilang potensinya? Saya tidak ingin mengatakan kondisi ‘tenggelamnya’ perempuan setelah menikah sebagai sebuah fenomena, meski kondisi seperti ini sering saya jumpai di Jakarta dan juga ketika saya berkunjung ke daerah-daerah.&lt;br /&gt;Saya tak ingin membahas kenapa itu terjadi, apalagi mencari ‘kambing hitam’ segala. Tetapi kita patut merenungkan kata-kata Imam Syahid Hassan Al-Banna ketika berbicara tentang pernikahan dan kehidupan rumah tangga. Saya kutipkan kata-kata beliau ini yang terdapat dalam buku Hadits Tsulasa, halaman 629… “Kehidupan rumah tangga adalah ‘hayatul amal’. Ia diwarnai oleh beban-beban dan kewajiban. Landasan kehidupan rumah tangga bukan semata kesenangan dan romantika, melainkan tolong- menolong dalam memikul beban kehidupan dan beban dakwah…”&lt;br /&gt;Rumah tangga merupakan lahan amal. Rumah tangga juga menjadi markaz dakwah. Perjalanan kehidupan rumah tangga para aktifis dakwah bukan hanya dipenuhi romantika semata, tetapi juga diwarnai oleh dinamika semangat beribadah, beramal dan berdakwah. Sebuah perjalanan rumah tangga yang bernuansa ta’awun dalam memikul beban hidup dan beban dakwah. Subhanallah!&lt;br /&gt;Saya memberikan apresiasi kepada para perempuan yang setelah menikah justru semakin ‘bersinar’, kokoh, matang, bijaksana, energik, produktif dan kontributif dalam beramal, sambil menjaga keseimbangan dalam menunaikan tugas sebagai istri dan ibu. Saya percaya, untuk bisa mendapatkan semua kondisi itu ada proses panjang, kerja keras dan pengorbanan yang tidak kecil. Barakallahu fiiki.&lt;br /&gt;Lalu untuk perempuan yang masih merasa ‘terhambat, terbelenggu dan tidak berkembang’ setelah menikah, saya ingin memberi apresiasi secara khusus. Berusahalah untuk menghilangkan perasaan terhambat, terbelenggu atau tidak berkembang itu. Ya, sebab membiarkan perasaan-perasaan semacam itu menguasai diri kita, sama saja dengan ‘menggali kuburan sendiri’. Bukankah lebih baik jika kita tetap berpikir jernih dan positif? Lalu mencari bentuk kontribusi yang paling memungkinkan yang bisa kita berikan untuk dakwah. Bisakah kita tetap berhusnuzhon, selama kita ikhlas menjalani hidup kita, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kita? Bisakah kita tetap yakin, bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh gelar, jabatan, posisi, kedudukan, ketokohan dan kondisi fisik lainnya?!&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertakwa diantara kamu” (QS al-Hujurat:13).&lt;br /&gt;Jadi, tetaplah tegar dan sedapat mungkin beramal sesuai kemampuan dan kesanggupan, karena kita tidak dituntut untuk beramal diluar kemampuan dan kesanggupan kita. Barakallahu fiiki!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-4788161269222281373?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/4788161269222281373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/07/aku-mencintaimu-dan-mendukungmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/4788161269222281373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/4788161269222281373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/07/aku-mencintaimu-dan-mendukungmu.html' title='Aku Mencintaimu dan Mendukungmu'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-5522492996600415125</id><published>2009-05-19T09:03:00.000+07:00</published><updated>2009-05-19T09:05:24.624+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Istri'/><title type='text'>Wanita Berhias di Salon Kecantikan</title><content type='html'>oleh : Dr. Yusuf Al-Qardhawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah boleh wanita Muslimat menghias (mempercantik) dirinya di tempat-tempat tertentu, misalnya pada saat ini, yang dinamakan salon kecantikan, dengan alasan keadaan masa kini bagi wanita sangat penting untuk tampil dengan perlengkapan kecantikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam menentang kehidupan yang bersifat kesengsaraan dan menyiksa diri, sebagaimana yang telah dipraktekkan oleh sebagian dari pemeluk agama lain dan aliran tertentu. Agama Islam pun menganjurkan bagi ummatnya untuk selalu tampak indah dengan cara sederhana dan layak, yang tidak berlebih-lebihan. Bahkan Islam menganjurkan di saat hendak mengerjakan ibadat, supaya berhias diri disamping menjaga kebersihan dan kesucian tempat maupun pakaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid ..." (Q.s.Al-A'raaf: 31) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Islam sudah menetapkan hal-hal yang indah, baik bagi laki-laki maupun wanita, maka terhadap wanita, Islam lebih memberi perhatian dan kelonggaran, karena fitrahnya, sebagaimana dibolehkannya memakai kain sutera dan perhiasan emas, dimana hal itu diharamkan bagi kaum laki-laki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hal-hal yang dianggap oleh manusia baik, tetapi membawa kerusakan dan perubahan pada tubuhnya, dari yang telah diciptakan oleh Allah swt, dimana perubahan itu tidak layak bagi fitrah manusia, tentu hal itu pengaruh dari perbuatan setan yang hendak memperdayakan. Oleh karena itu, perbuatan tersebut dilarang. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw.: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah melaknati pembuatan tatto, yaitu menusukkan jarum ke kulit dengan warna yang berupa tulisan, gambar bunga, simbol-simbol dan sebagainya; mempertajam gigi, memendekkan atau menyambung rambut dengan rambut orang lain, (yang bersifat palsu, menipu dan sebagainya)." (Hadis shahih). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana riwayat Said bin Musayyab, salah seorang sahabat Nabi saw. ketika Muawiyah berada di Madinah setelah beliau berpidato, tiba-tiba mengeluarkan segenggam rambut dan mengatakan, "Inilah rambut yang dinamakan Nabi saw. azzur yang artinya atwashilah (penyambung), yang dipakai oleh wanita untuk menyambung rambutnya, hal itulah yang dilarang oleh Rasulullah saw. dan tentu hal itu adalah perbuatan orang-orang Yahudi. Bagaimana dengan Anda, wahai para ulama, apakah kalian tidak melarang hal itu? Padahal aku telah mendengar sabda Nabi saw. yang artinya, 'Sesungguhnya terbinasanya orang-orang Israel itu karena para wanitanya memakai itu (rambut palsu) terus-menerus'." (H.r. Bukhari).&lt;span class="fullpost"&gt;Nabi saw. menamakan perbuatan itu sebagai suatu bentuk kepalsuan, supaya tampak hikmah sebab dilarangnya hal itu bagi kaum wanita, dan karena hal itu juga merupakan sebagian dari tipu muslihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi wanita yang menghias rambut atau lainnya di salon-salon kecantikan, sedang yang menanganinya (karyawannya) adalah kaum laki-laki. Hal itu jelas dilarang, karena bukan saja bertemu dengan laki-laki yang bukan muhrimnya, tetapi lebih dari itu, sudah pasti itu haram, walaupun dilakukan di rumah sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi wanita Muslimat yang tujuannya taat kepada agama dan Tuhannya, sebaiknya berhias diri di rumahnya sendiri untuk suaminya, bukan di luar rumah atau di tengah jalan untuk orang lain. Yang demikian itu adalah tingkah laku kaum Yahudi yang menginginkan cara-cara moderen dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : dudung.net&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-5522492996600415125?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/5522492996600415125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/05/wanita-berhias-di-salon-kecantikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/5522492996600415125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/5522492996600415125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/05/wanita-berhias-di-salon-kecantikan.html' title='Wanita Berhias di Salon Kecantikan'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-1132870998851492608</id><published>2009-05-19T08:58:00.002+07:00</published><updated>2009-05-19T09:00:56.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Suami'/><title type='text'>Sebab utama laki2 di tarik ke neraka oleh wanita</title><content type='html'>Sebab utama laki2 di tarik ke neraka oleh wanita  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yg akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yg tidak memberikan hak kpd wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ayahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak mempedulikan anak2 perempuannya didunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar solat,mengaji dan sebagainya Dia membiarkan anak2 perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dgn hanya memberi kemewahan dunia sahaja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya. (p/s; Duhai lelaki yg bergelar ayah, bagaimanakah hal keadaan anak perempuanmu sekarang?. Adakah kau&lt;br /&gt;mengajarnya bersolat ... ..menutup aurat?.. pengetahuan agama?.. Jika tidak cukup salah satunya, maka bersedialah utk menjadi bahan bakar neraka jahannam.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Suaminya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul! bebas di pejabat, memperhiaskan diri bukan utk suami tapi utk pandangan kaum lelaki yg bukan mahram. Apabila suami mendiam diri walaupun seorang yg alim dimana solatnya tidak pernah bertangguh, maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dlm neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(p/s; Duhai lelaki yg bergelar suami, bagaimanakah hal keadaan isteri tercintamu sekarang?. Dimanakah dia?&lt;br /&gt;Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau menjaganya mengikut ketetapan syari'at, maka terimalah hakikat yg kau akan sehidup semati bersamanya di 'taman' neraka sana.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Abang-abangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ayahnya sudah tiada,tanggungjawab menjaga maruah wanita jatuh ke bahu abang-abangnya dan saudara lelakinya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya sahaja dan adiknya dibiar melencong dari ajaran Islam,tunggulah tarikan adiknya di akhirat&lt;br /&gt;kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(p/s; Duhai lelaki yg mempunyai adik perempuan, jgn hanya menjaga amalmu, dan jgn ingat kau terlepas...&lt;br /&gt;kau juga akan dipertanggungjawabkan diakhirat kelak...jika membiarkan adikmu bergelumang dengan maksiat... dan tidak menutup aurat.)&lt;span class="fullpost"&gt;4. Anak2 lelakinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yg haram disisi Islam. bila ibu membuat kemungkaran mengumpat, memfitnah, mengata dan sebagainya...maka anak itu akan disoal dan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak....dan nantikan tarikan ibunya ke neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(p/s; Duhai anak2 lelaki.... sayangilah ibumu....&lt;br /&gt;nasihatilah dia jika tersalah atau terlupa.... krn ibu juga insan biasa... x lepas dr melakukan dosa...&lt;br /&gt;selamatkanlah dia dr menjadi 'kayu api' neraka....jika tidak, kau juga akan ditarik menjadi penemannya.)&lt;br /&gt;..................................................&lt;br /&gt;Lihatlah.....betapa hebatnya tarikan wanita bukan sahaja di dunia malah diakhirat pun tarikannya begitu hebat. Maka kaum lelaki yg bergelar ayah/suami/abang atau anak harus memainkan peranan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah S.W.T;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai anak Adam, peliharalah diri kamu serta ahlimu dari api neraka dimana bahan bakarnya ialah manusia, jin dan batu-batu...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sumber : dudung.net&lt;br /&gt;Pengirim : &lt;br /&gt;anifkauman - anifdownload@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-1132870998851492608?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/1132870998851492608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/05/sebab-utama-laki2-di-tarik-ke-neraka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/1132870998851492608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/1132870998851492608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/05/sebab-utama-laki2-di-tarik-ke-neraka.html' title='Sebab utama laki2 di tarik ke neraka oleh wanita'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-3414864849850842529</id><published>2009-02-03T07:47:00.000+07:00</published><updated>2009-02-03T07:49:17.549+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Suami'/><title type='text'>Hal Yang Disukai Istri Dari Suaminya</title><content type='html'>Terkadang kita ingin tahu juga, apa yang membuat istri kita senang dalam kehidupan berumah-tangga. Berikut ini adalah satu versi rangkaian sikap dan sifat yang disukai seorang istri dari suaminya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penuh Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri senang diperhatikan dan didengarkan. Ia senang suaminya memahami dan mengerti dirinya. Dalam suka dan dukanya. Dalam ceria dan sedihnya. Ia senang suami mengetahui perasaannya. Ia misalnya senang diberitahu pakaiannya yang mana yang paling disukai suaminya. Atau masakannya yang mana yang paling lezat bagi suaminya. Karenanya obrolan-obrolan ringan dan lembut amat dinanti-nanti seorang istri. Setiap kata yang keluar dari lidah dan bibirnya adalah pesan cinta yang ingin ia sampaikan. Dan ia ingin tahu bagaimana suaminya menanggapi pesan cintanya itu.Tangisan seorang istri itu memiliki sekian banyak makna, bisa karena sedih, bisa karena marah, bisa karena terharu dan bahagia. Ia senang jika suaminya bersabar untuk mengenal setiap jenis air mata yang metetes dari matanya.Pengertian ini menjadi inti dan landasan segala sikap menyenangkan yang mungkin dilakukan seorang suami terhadap istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setia&lt;br /&gt;Kesetiaan adalah syarat utama cinta sejati. Seorang istri ingin cinta suami itu hanya untuknya. Karenanya kecemburuan adalah bagian dari cinta. Sapaan sayang di tengah kesibukan, walaupun hanya satu dua menit kata-kata yang disampaikan lewat telepon, walaupun hanya satu dua kalimat SMS, akan menjadi pengokoh kepercayaan. Hadiah yang diberikan: martabak kesukaannya, seikat bunga, atau sebuah jam tangan yang manis akan menguatkan cinta. Dan mengingat hari ulang tahun serta hari pernikahan akan menjadi bukti kesetiaan suami yang disukai seorang istri.Tapi seorang istri yang baik akan mengatakan, "Jangan karena takut kepadaku, kakanda bersikap setia. Karena Allah Maha Melihat. Itu yang mesti menjadi landasan kesetiaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sabar dan Pemaaf&lt;br /&gt;Seorang istri akan amat bersyukur jika suaminya mau menerima dirinya apa adanya. Suaminya mampu memaafkan dan bersabar atas kekurangan yang ada pada dirinya. Ia butuh waktu untuk membina dirinya. Ia bahkan butuh waktu untuk memahami dirinya sendiri, ketika satu ketika ia tidak menjadi dirinya sendiri.Seorang istri perlu mendapatkan nasihat, akan tetapi itu dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.&lt;span class="fullpost"&gt;Ini seperti pesan Ilahi: "Kemudian keadaan orang beriman itu adalah saling menasihati dalam kesabaran dan dalam kasih sayang." (QS. al-Balad); "Dan jika kalian memaafkan, tidak memarahi, dan mengampuni mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (QS. at-Taghabun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Teguh Hati dan Bersemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri senang melihat suaminya senantiasa berteguh hati dan bersemangat dalam menyelesaikan berbagai tugas dan amanah. Ia senang suaminya dapat senantiasa prima menunaikan tugas-tugas di luar rumah dan sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan di rumah. Karenanya seorang istri senang melihat suaminya akrab bercengkrama, bermain dengan anak-anaknya. Dan saat suami sesekali memasak untuk keluarga, ada sentuhan hangat menyentuh relung jiwa seorang istri.Bagaimana jika suaminya berada dalam kondisi bete atau kehilangan semangat? Seorang istri akan menerima keadaan ini asalkan ia melihat suaminya berusaha keras untuk melepaskan diri dari keadaan lemah ini. Ia bahkan akan memberikan bantuan dan doa terbaik bagi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Romantis&lt;br /&gt;Seorang istri senang jika suaminya mampu memperlihatkan dan mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Ia senang mendapati suaminya membangun suasana kondusif kasih sayang di rumah. Ia senang jika suaminya romantis.Diantara ungkapan cinta suami-istri adalah dalam hubungan intim. Seorang istri senang jika suaminya memberikan kesenangan dan kepuasan pada salah satu kebutuhan cinta ini. Ia akan terbuka menyampaikan apa yang ia sukai, ketika suaminya mampu membuka percakapan dalam masalah ini secara tepat dan penuh kelembutan (tenderly).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rapi dan Wangi&lt;br /&gt;Seorang istri suka suaminya rapi. Rapi menata rambut dan rapi berpakaian, bahkan dalam suasana santai. Kerapian yang disukai adalah kerapian yang alami dan melekat dalam kehidupan suami.Sikap suami yang kooperatif dalam menjaga kerapian rumah juga disukai seorang istri. Karenanya ketika seorang suami berinisiatif menyapu ruang tengah, membersihkan kompor di dapur, atau membersihkan kamar tidur dengan membongkar tempat tidur secara rutin ... pada semuanya ada apresiasi dari seorang istri.Rapi, bersih dan wangi pada seorang suami membuat istrinya senang. Seorang suami bisa meminta istrinya memilihkan minyak wangi baginya. Ia akan terbantu menyempurnakan penampilan bagi istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ceria dan Ramah&lt;br /&gt;Senyum ceria dan keramahan amat dihajatkan seorang istri. Senyum dan keramahan itu laksana angin sejuk di tengah berbagai kelelahan dirinya. Berbagai kesibukan membuat jiwanya lelah. Interaksi dengan anak-anak di rumah itu bukan pekerjaan ringan. Segenap potensi kejiwaan dan pikiran mesti ia curahkan. Kelelahan fisik pun tidak ringan. Perhatikanlah, ia mesti terus memperhatikan anaknya yang terus bergerak kesana kemari, bereksplorasi ketika mulai bisa merangkak. Dan saat si anak lelah tertidur, ia mesti bersiap-siap memasak dan merapikan rumah bagi suaminya yang sebentar lagi pulang ...Senyum dan sapaan sayang suami akan menjadi hiburan jiwa bagi sang istri. Sikap humoris juga amat membantu seorang istri untuk selalu menjaga suasana riang hatinya. Ini semua akan membantunya untuk terus bersabar dan ikhlas dalam menunaikan tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menjadi Pemimpin yang Melindungi&lt;br /&gt;Istri membutuhkan perlindungan yang membuatnya senantiasa merasa tentram. Karenanya ia menyukai sifat kepemimpinan pada suaminya. Kepemimpinan yang ia harapkan adalah yang senantiasa menentramkan jiwanya, mengokohkan ruhaninya, memberikan pencerahan demi pencerahan pada akalnya dan membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan yang ia sukai adalah yang memadukan ketegasan dan kelembutan. Yang menebarkan cinta, bukan membuat takut. Yang mengedepankan kemauan baik, bukan senantiasa menggunakan otoritas (misalnya dengan selalu menggunakan kalimat "suami kan pemimpin rumah tangga, jadi mesti taat donk"). Yang betul-betul menjadi pemimpin, bukan menjadi boss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh   :Adi Junjunan Mustafa&lt;br /&gt;Sumber : www.http://adijm.multiply.com/journal/item/164&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-3414864849850842529?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/3414864849850842529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/02/hal-yang-disukai-istri-dari-suaminya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/3414864849850842529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/3414864849850842529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/02/hal-yang-disukai-istri-dari-suaminya.html' title='Hal Yang Disukai Istri Dari Suaminya'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-5420882264551974497</id><published>2009-02-03T07:45:00.000+07:00</published><updated>2009-02-03T07:46:31.641+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Istri'/><title type='text'>Istri Yang Di Anggap Durhaka Kepada Suami</title><content type='html'>Apabila dipanggil oleh suaminya ia tidak datang. Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:&lt;br /&gt;“Apabila suami memanggil isterinya ke tempat tidur. ia tidak datang nescaya malaikat melaknat isteri itu sampai Subuh.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membantah suruhan atau perintah suami. Sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;‘Siapa saja yang tidak berbakti kepada suaminya maka ia mendapat laknat dan Allah dan malaikat serta semua manusia.”&lt;br /&gt;Bermuka masam terhadap suami. Sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;“Siapa saja perempuan yang bermuka masam di hadapan suaminya berarti ia dalam kemurkaan Allah sampai ia senyum kepada suaminya atau ia meminta keredhaannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahat lidah atau mulut pada suami. Sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;“Dan ada empat golongan wanita yang akan dimasukkan ke dalai Neraka (diantaranya) ialah wanita yang kotor atau jahat lidahnya terhadap suaminya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membebankan suami dengan permintaan yang diluar kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar rumah tanpa izin suaminya. Sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;“Siapa saja perempuan yang keluar rumahnya tanpa ijin suaminya d akan dilaknat oleh Allah sampai dia kembali kepada suaminy atau suaminya redha terhadapnya.”&lt;br /&gt;(Riwayat Al Khatib)&lt;span class="fullpost"&gt;Berhias ketika suaminya tidak disampingnya. Maksud firman Allah&lt;br /&gt;“Janganlah mereka (perempuan-perempuan) menampakkan perhiasannya melainkan untuk suaminya.”&lt;br /&gt;(An Nur 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghina pengorbanan suaminya. Maksud Hadis Rasulullah SAW&lt;br /&gt;“Allah tidak akan memandang (benci) siapa saja perempuan yang tidak berterima kasih di atas pengorbanan suaminya sedangkan dia masih memerlukan suaminya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengijinkan masuk orang yang tidak diijinkan suaminya ke rumah&lt;br /&gt;maksud Hadis:&lt;br /&gt;“Jangan ijinkan masuk ke rumahnya melainkan yang diijinkan A suaminya.” (Riwayat Tarmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mau menerima petunjuk suaminya.&lt;br /&gt;Maksud Hadis:&lt;br /&gt;“Isteri yang durhaka hukumnya berdosa dan dapat gugur nafkahnya ketika itu. Jika ia tidak segera bertaubat dan memint ampun dari suaminya, Nerakalah tempatnya di Akhirat kelak. Apa yang isteri buat untuk suami adalah semata-mata untuk mendapat keredhaan Allah SWT”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.suryaningsih.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-5420882264551974497?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/5420882264551974497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/02/istri-yang-di-anggap-durhaka-kepada.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/5420882264551974497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/5420882264551974497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/02/istri-yang-di-anggap-durhaka-kepada.html' title='Istri Yang Di Anggap Durhaka Kepada Suami'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-4252298125951954327</id><published>2009-01-22T06:25:00.002+07:00</published><updated>2009-01-25T22:28:02.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami - Istri'/><title type='text'>Mari Bicara…</title><content type='html'>Oleh: Dra. Anis Byarwati, MSi.&lt;br /&gt;“Kenapa ya, setiap acara seperti ini pasti yang datang ibu-ibu lagi, bapak-bapaknya nggak ada. Padahal ibu-ibu kan sudah sering ikut acara ini. Kita-kita sih sudah tahu, sudah ngerti kewajiban-kewajiban kita. Bapak-bapaknya dong di dauroh -ikut pelatihan- juga, biar seimbang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ustadz, subhanallah, materinya bagus sekali. Kerjasama suami istri dalam membina rumah tangga dan pendidikan anak memang sangat penting. Usul kita ustadz, bagaimana kalau para suami kita juga ikut diberikan materi seperti ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pasti pernah mendengar komentar seperti di atas. Memang belum pernah dilakukan penelitian secara khusus, tapi dari pengamatan saya, acara-acara tentang pembinaan keluarga dan pendidikan anak kelihatannya lebih sering ditujukan, diminati dan dihadiri oleh kaum perempuan. Pernah juga ada pihak yang membuat acara serupa dengan membuka peserta untuk umum, baik laki-laki maupun perempuan, tetapi agaknya tidak mendapat cukup respon dari kaum laki-laki sehingga tetap saja mayoritas peserta adalah kalangan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jarang sekali acara tentang pembinaan keluarga samara (sakinah, mawaddah wa rahmah) atau tentang pendidikan anak penuh sesak oleh bapak-bapak. Ada juga sih bapak-bapak yang hadir, tapi biasanya jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Dan fenomena ini hampir merata terjadi di semua wilayah dakwah. Terlepas dari kesibukan kaum bapak sehingga tidak sempat menghadiri acara-acara itu, atau kurang piawainya pihak penyelenggara dalam mengemas acara menjadi menarik, saya ingin menyoroti persoalan itu dari sisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu sepakat bahwa persoalan pembinaan keluarga dan pendidikan anak bukan hanya menjadi kepentingan akhawat dan ummahat. Terlebih dua persoalan ini merupakan salah satu indikator penting kesuksesan dakwah. Karena suksesnya dakwah bukan hanya ditandai dengan munculnya figur-figur pribadi istimewa, tetapi juga tampilnya keluarga-keluarga sebagai keluarga yang layak menjadi qudwah –teladan-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait persoalan ini, menjadi menarik untuk menggali mengapa kaum bapak cenderung lebih ‘diam, kalem, tenang’, sehingga terkesan ‘kurang peduli’ terhadap persoalan rumah tangga, dibanding kaum ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sharing saya dengan seorang teman, ternyata ada perbedaan antara lelaki dan perempuan dalam hal ini:&lt;br /&gt;1. Rata-rata lelaki begitu menghadapi masalah dalam kehidupannya, cenderung meringankan beban dengan cara diam. Maka, dalam dunia psikologi dikenal ada “siklus diam” pada lelaki. Sedangkan pada kaum perempuan, begitu ada masalah, cenderung meringankan beban dengan jalan menceritakan masalah kepada orang lain.&lt;br /&gt;2. Rata-rata lelaki memiliki “batas ambang rasa aman terhadap masalah” yang lebih tinggi dibandingkan kaum perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya –mungkin–, di lembaga-lembaga konsultasi keluarga umumnya, yang lebih sering datang adalah kaum perempuan.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya –mungkin–, dalam suatu forum atau majelis kaum bapak, tidak banyak dibicarakan persoalan keluarga, berbeda dengan majelis atau forum kaum ibu.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya –mungkin–, acara-acara yang membahas persoalan keluarga seperti daurah, seminar, atau acara sejenis, lebih banyak dihadiri kaum perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak percaya, tanyakan kepada bapak-bapak dalam suatu halaqah atau majelis: “Adakah masalah dalam rumah tangga antum yang ingin didialogkan ?” Sebagian besar jawabannya adalah diam, atau menjawab, “Tidak ada. Kami bisa atasi sendiri”. Respon ini berbeda dengan rata-rata majelis para ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika kita memahami persoalan ini, di satu sisi, kita para istri tak perlu gundah jika suami sedang berada pada ‘siklus diam’nya, tidak berbicara, karena, hal itu bukan berarti suami kita tidak peduli dengan persoalan rumah tangga, tapi justru sedang berusaha meringankan bebannya. Yang penting, siklus diamnya tak berlarut-larut kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun disisi lain, sebaiknya kita juga tidak terjebak pada fenomena ini. Saya pikir, justru kita perlu mencari formula yang tepat dan melegakan untuk ‘mengajak para bapak berbicara’, dan memberikan pendapatnya mengenai persoalan rumah tangga, setelah siklus diamnya berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik. Sekarang, mari kita kembali membahas tentang keterkaitan dakwah dengan persoalan pembinaan keluarga dan pendidikan anak. Kita tahu, dakwah ini serius melakukan serangkaian kajian-kajian yang berkaitan dengan manhaj –kurikulum- pembinaan keluarga dan pendidikan anak. Hasilnya? Serangkaian arahan telah disosialisasikan melalui kegiatan rutin pekanan kita, mulai dari arahan tentang persiapan menikah, tentang pernak-pernik pernikahan dan kehidupan rumah tangga, sampai arahan tentang pendidikan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, masih ingat materi tarbiyah yang membahas tentang ahdaaf ad da’wah (Sasaran Dakwah)? Sangat jelas digambarkan dalam materi itu, bahwa dakwah kita memiliki sasaran-sasaran yang harus dicapai secara bertahap. Ada lima sasaran yang hendak dicapai oleh dakwah kita, yang antara satu sasaran dengan sasaran lainnya saling terkait, saling mempengaruhi dan saling menentukan. Jika sasaran pertama tidak berhasil dicapai, sasaran kedua tidak mungkin dicapai. Jika sasaran kedua dapat dicapai tapi dalam jangka waktu yang sangat lambat, maka sasaran ketigapun akan mengalami keterlambatan dalam pencapaiannya, begitu terjadi seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyegarkan kembali ingatan kita akan materi itu, sasaran pertama yang hendak dicapai dakwah kita adalah binaa’ al-fardi al-muslim (terbentuknya pribadi muslim). Sasaran berikutnya adalah terbentuknya keluarga muslim (binaa’ al usrah al muslimah). Dua sasaran ini saling terkait dalam arti, berhasil atau tidaknya kita membentuk diri kita menjadi kader-kader yang memiliki kepribadian islami, akan sangat mempengaruhi dan menentukan pencapaian sasaran kedua, yaitu terbentuknya keluarga-keluarga islami (dengan segala muwashafat/karakteristiknya). Begitu pula, keberhasilan pencapaian sasaran kedua ini akan menentukan keberhasilan pencapaian sasaran ketiga, yaitu binaa’ al mujtama’ al-islami (terbentuknya masyarakat Islam), dan seterusnya. Jadi, jangan mimpi kita akan memiliki ad-daulah islamiyah dan al-khilafah al-islamiyah yang merupakan sasaran keempat dan kelima dari dakwah ini, jika dari sekarang kita tidak memberi perhatian pada pencapaian sasaran-sasaran sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dalam manhaj dakwah, persoalan pembinaan keluarga dan pendidikan anak adalah persoalan yang sangat serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi persoalan membina keluarga dan mendidik anak tentunya tidak boleh hanya sekedar menjadi program di atas kertas. Yang lebih penting adalah memposisikan dua hal penting ini sebagai salah satu yang menjadi prioritas amal. Mengapa? Karena pembinaan keluarga dan pendidikan anak bukanlah semata terkait dengan amal atau target pribadi. Dalam pandangan saya, bagi kita kader dakwah, dua hal ini merupakan sebuah misi mulia yang harus kita laksanakan dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab sebagai bentuk kontribusi langsung dan nyata kita dalam rangka mencapai dan merealisasikan sasaran dakwah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengakhiri tulisan ini, saya ingin mengajak kita semua, ikhwan dan akhawat, untuk ‘lebih serius lagi’ menata rumah tangga kita, membina keluarga kita, mendidik anak-anak kita, dengan menambahkan satu semangat…”Ini adalah bagian penting dari misi, tugas dan kontribusi dakwah kita!” Allahu a’lam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber www.dakwatuna.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-4252298125951954327?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/4252298125951954327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/01/mari-bicara-dakwatunacom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/4252298125951954327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/4252298125951954327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/01/mari-bicara-dakwatunacom.html' title='Mari Bicara…'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-1279033154141048373</id><published>2009-01-17T07:54:00.004+07:00</published><updated>2009-01-25T22:35:43.313+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tetangga'/><title type='text'>5 Hadits Tentang Tetangga</title><content type='html'>Pelaksanaan wasiat kepada tetangga ini adalah dengan berbuat baik semaksimal mungkin, sesuai kemampuan seperti memberikan hadiah, memberi salam, berwajah cerah ketika berjumpa, mencari tahu jika tidak kelihatan, membantunya ketika memerlukan bantuan, mencegah berbagai macam gangguan, material maupun inmaterial, menghendaki kebaikannya, memberikan nasehat terbaik, mendoakannya semoga mendapatkan hidayah Allah, bermuamalah dengan santun, menutupi kekurangan dan kesalahannya dari orang lain, mencegahnya berbuat salah dengan santun –jika masih memungkinkan–, jika tidak maka dengan cara menjauhinya dengan tujuan mendidik, disertai dengan mengkomunikasikan hal ini agar tidak melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat Rasulullah saw. tentang tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن عائشة ـ رضي الله عنها ـ عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ قال : ” ما زال جبريل يوصيني بالجار ن حتى ظننت أنه سيورثه ” رواه البخاري . ومسلم . وأبو داود . وابن ماجه . الترمذي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a., dari Nabi Muhammad saw. bersada, “Tidak henti-hentinya Jibril memberikan wasiat kepadaku tentang tetangga sehingga aku menduga bahwa ia akan memberikan warisan kepadanya.” (Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata الوصاءة dengan wawu dibaca fathah, bersama dengan shad tanpa titik dan dibaca panjang, lalu hamzah sesudahnya, adalah bentuk lain dari kata الوصية (wasiat), demikian juga dengan الوصاية mengganti ya’ pada posisi hamzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat يوصيني بالجار “berwasiat kepadaku tentang tetangga” tanpa dibedakan kafir atau muslim, ahli ibadah atau ahli maksiat, setia atau memusuhi, kenal baik atau masing asing, menguntungkan atau merugikan, keluarga dekat atau orang lain, dekat rumah atau jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حتى ظننت أنه سيورثه Sehingga aku menyangka bahwa ia akan mewarisi, ia menyuruhku –berdasarkan perintah Allah–, bahwa tetangga itu mewarisi tetangga lainnya, dengan menjadikannya bersama-sama dalam harta, sesuai dengan bagian yang ditentukan dalam pembagian waris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Bukhari meriwayatkan juga hadits ini dari Jabir r.a., dari Rasulullah saw. dengan kalimat: ” ما زال جبريل يوصيني بالجار حتى ظننت أنه يجعل له ميراثاً ” Tidak henti-hentinya Jibril memberikan wasiat kepadaku tentang tetangga sehingga aku menyangka ia menjadikan warisan harta tertentu baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Thabrani meriwayatkan dari Jabir r.a., dari Nabi Muhammad saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” الجيران ثلاثة : جار له حق ، وهو المشرك : له حق الجوار ، وجار له حقان ، وهو المسلم : له حق الجوار وحق الإسلام ، وجار له ثلاثة حقوق : جار مسلم له رحم ، له حق الجوار ، والإسلام ، والرحم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetangga itu ada tiga macam: tetangga yang hanya memiliki satu hak, yaitu orang musyrik, ia hanya memiliki hak tetangga. Tetangga yang memiliki dua hak, yaitu seorang muslim: ia memiliki hak tetangga dan hak Islam. Dan tetangga yang memiliki tiga hak, yaitu tetangga, muslim memiliki hubungan kerabat; ia memiliki hak tetangga, hak Islam dan hak silaturrahim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah r.a. meriwayatkan tentang batasan tetangga, yaitu empat puluh rumah dari semua arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Thabrani meriwayatkan dengan sanad dhaif (lemah) dari Ka’ab bin Malik r.a., dari Nabi Muhammad saw: ” ألا إن أربعين دار جار ” “Ingatlah bahwa empat puluh rumah itu adalah tetangga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan wasiat kepada tetangga ini adalah dengan berbuat baik semaksimal mungkin, sesuai kemampuan seperti memberikan hadiah, memberi salam, berwajah cerah ketika berjumpa, mencari tahu jika tidak kelihatan, membantunya ketika memerlukan bantuan, mencegah berbagai macam gangguan, material maupun inmaterial, menghendaki kebaikannya, memberikan nasehat terbaik, mendoakannya semoga mendapatkan hidayah Allah, bermuamalah dengan santun, menutupi kekurangan dan kesalahannya dari orang lain, mencegahnya berbuat salah dengan santun –jika masih memungkinkan–, jika tidak maka dengan cara menjauhinya dengan tujuan mendidik, disertai dengan mengkomunikasikan hal ini agar tidak melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini dengan tegas menunjukkan tentang besarnya hak tetangga. Dan bahwa mengganggu tetangga adalah di antara dosa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa orang yang tetangganya tidak aman dari ganggunannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أبي شُرَيْحٍ ـ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ـ أنَّ النَّبِيَّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قالَ : ” وَاللهِ لا يُؤْمِنُ . وَاللهِ لا يُؤْمِنُ . وَاللهِ لا يُؤْمِنُ . قِيلَ : مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قالَ : الَّذِي لا يَأمَنُ&lt;br /&gt;جَارُهُ بَوَائِقُهُ ” .رواه البخاري&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Syuraih r.a. bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, “Demi Allah, seseorang tidak beriman; demi Allah, seseorang tidak beriman; demi Allah, seseorang tidak beriman.” Ada yang bertanya, “Siapa itu, Ya Rasulallah?” Jawab Nabi, “Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (Bukhari)Kata بوائقه bentuk jamak dari kata بائقة -ba’ dan qaf- berarti: bencana, pencurian, kejahatan, hal-hal yang membahayakan, hal-hal yang menjadi pelampiasan kebenciannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبي شريح dengan syin dibaca dhammah, ra’ dibaca fathah, diakhiri dengan ha’ tanpa titik, yang dimaksud adalah Khuwailid A- Khuza’iy as-Shahabiy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والله لا يؤمن diulang tiga kali, artinya tidak sempurna imannya, atau hilang iman sama sekali bagi yang menganggapnya halal, atau ia tidak mendapatkan balasan seorang mukmin sehingga dapat masuk surga sejak awal. Pengulangan ini untuk menegaskan dan memberatkan larangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قِيْلَ : مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ Dalam Fathul Bari, Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, bahwa dialah yang bertanya. Rasulullah saw menjawab: الَّذِي لا يَأمَن جَارُهُ بَوَائِقُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits di atas dapat diambil pelajaran tentang pentingnya hak tetangga. Sehingga Rasulullah saw. harus bersumpah tiga kali, menafikan iman orang yang mengganggu tetangganya, baik dengan ucapan maupun perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan meremehkan hadiah dari tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبي هُرَيْرَةَ ـ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ـ قالَ : كَانَ النَّبِيُّ ـ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ـ يَقُوْلُ :&lt;br /&gt;” يَا نِسَاءَ المُسْلِمَاتِ لا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسَنَ شَاةٍ ” . رواه البخاري ومسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Haurairah r.a. berkata, Nabi Muhammad saw. pernah bersabda, “Wahai para wanita muslimah, janganlah ada seorang tetangga yag meremehkan hadiah tetangganya meskipun kikil (kaki) kambing.” (Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حقر أي استصغار berarti meremehkan, seperti kata: احتقار والاستحقار&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا نساء المسلمات mermakna “wahai wanita-wanita muslimah”, bentuk إضافة الموصوف إلى صفته idhafah (penyandaran) maushuf (yang diterangkan) kepada sifat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bermakna lain: يا فاضلات المسلمات “wahai para pemuka muslimah”, seperti ungkapan Arab يا رجال القوم : أي يا أفضلهم wahai para pemimpin kaum, artinya para pemuka mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا تحقرن dengan qaf dibaca kasrah, artinya jangan meremehkan, menganggap kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” جارة ” هديةً ” لجارتها ” tetangga memberikan hadiah pada tetangga lainnya. Atau meremehkan hadiah dari tetangganya -lam- bermakna -min- sehingga kemungkinan makna larangan itu pada pemberi atau penerima, sedangkan” ولو ” كانت الهديةmeskipun hadiah itu berupa kaki kambing ” فرسن شاة ” fa’ dibaca kasrah, ra’ dibaca sukun/mati, adalah bagian kaki di atas telapak/tumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan bagi tetangga meremehkan hadiah tetangganya, meskipun hadiah itu pada umumnya kurang berguna, atau tidak berkenan dan tidak bernilai di hati. Karena itulah tetangga dapat memberikan dan menerima hadiah yang ada meskipun kecil nilainya. Hal ini lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Dengan ini pula kebiasaan memberikan hadiah dapat terus berlangsung antara tetangga karena dengan sesuatu yang murah dan mudah, dapat dilakukan dalam keadaan miskin maupun kaya, dapat membuahkan rasa cinta dan kasih sayang. Dengan ini pula tidak diperbolehkan bagi laki-laki meremehkan hadiah antara mereka. Penyebutan larangan secara khusus pada wanita karena merekalah yang lebih cepat bereaksi dalam cinta dan benci, sehingga mereka lebih berhak mendapatkan perhatian, agar dapat menghindarkan diri dari larangan itu, menghilangkan kebenciaan antara mereka dan mempertahankan rasa cinta antar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits ini dapat diambil pelajaran bahwa tidak diperbolehkan meremehkan hadiah untuk mempertahankan rasa cinta antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika beriman, jangan sakiti tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبي هريرة ـ رضي الله عنه ـ قال : قال رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ : ” من كان يؤمن بالله واليوم الآخر ، فلا يؤذ جاره ، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر ، فليكرم ضيفه ، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت “ رواه البخاري ومسلم ، وابن ماجه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan menyakiti tetangganya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah menghormati tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.” (Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر” أي إيمانا كاملاً barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, artinya iman yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebutan hanya pada iman kepada Allah dan hari akhir, tidak dengan kewajiban lainnya, karena keduanya merupakan permulaan dan penghabisan. Maksudnya, beriman dengan Penciptanya dan hari mendapatkan balasan amal baik dan buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فلا يؤذ جاره berarti “maka jangan menyakiti tetangganya.” Tidak menyakiti tetangga itu bisa diaktualkan dengan mengulurkan kebaikan kepadanya, mencegah hal-hal yang membahayakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فليكرم ضيفه berarti “hendaklah memuliakan tamunya” dengan menampakkan rasa senang, menyuguhkan hidangan yang tersedia dan terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فليقل خيراً أو ليصمت hendaklah berkata baik atau diam dari ucapan buruk. Sebab, perkataan itu hanya dapat digolongkan menjadi dua golongan, baik atau buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini berisi tiga hal penting yang menjadi kemuliaan akhlak dalam perbuatan atau perkataan. Dua pertama dari perbuatan itu adalah berisi takhalliy (pengosongan diri) dari sifat tercela, dan tahalliy (berhias diri) dengan akhlak mulia. Sedangkan yang ketiga berisi akhlaq qauliyah (ucapan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, kesempurnaan iman seseorang diukur dari kebaikannya kepada sesama makhluk Allah, baik dalam tutur kata kebaikan maupun diam dari kalimat buruk, dan melakukan apa yang sepatutnya dilakukan dan meninggalkan apa yang membahayakan; antara lain adalah dengan tidak menyakiti tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits ini dapat diambil pelajaran bahwa tidak menyakiti tetangga adalah bukti kesempurnaan iman seseorang kepada Allah dan hari akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak tetangga yang lebih dekat pintunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن عائشة ـ رضي الله عنها ـ قالت : يا رسول الله ، إن لي جارين ، فإلى أيهما&lt;br /&gt;أُهدي ؟ قال : ” إلى أقربهما منك باباً “ رواه البخاري&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a. berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki dua tetangga. Kepada tetangga yang manakah aku berikan hadiah?” Jawab Nabi, “Kepada tetangga yang pintu rumahnya lebih dekat denganmu.” (Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini masuk dalam باب حق الجوار في قرب الأبواب Bab hak tetangga yang lebih dekat pintunya. Maksudnya, barangsiapa yang pintunya lebih dekat, maka ia yang lebih berhak. Karena ia yang melihat apa yang keluar masuk dari rumah tetangganya; berupa hadiah atau yang lainnya, sehingga kemungkinan ada harapan dan keinginan, berbeda dengan yang jauh pintunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada أهدى hamzah dibaca dhammah dari kata Al Ihda’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menjawab, إلى أقربهما منك باباً kepada yang lebih dekat pintunya. Karena ia melihat keadaan tetangga dan keperluannya. Tetangga yang lebih dekat yang lebih cepat menyahut jika dipanggil, ketika tetangga sebelah memerlukan, terutama ketika terlena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits ini dapat diambil pelajaran bahwa hak tetangga mengikuti kedekatan pintunya. Yang lebih dekat pintunya yang lebih dipriorotaskan dari sebelahnya, demikian seterusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh tim dakwatuna&lt;br /&gt;Sumber : www.dakwatuna.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-1279033154141048373?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/1279033154141048373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/01/5-hadits-tentang-tetangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/1279033154141048373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/1279033154141048373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/01/5-hadits-tentang-tetangga.html' title='5 Hadits Tentang Tetangga'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-7506322393010357890</id><published>2009-01-11T13:50:00.000+07:00</published><updated>2009-01-11T13:52:39.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Suami'/><title type='text'>Suami Mencintai Istri</title><content type='html'>Suami kepada istri di awal pernikahan demikian mesra bergaul. Kata-katanya pun diatur sedemikian rupa agar tidak menyinggung perasaan sang primadona. Setiap benda atau simbol maknawi dikomunikasikan dengan bahasa lubuk hati. Rasa kasih namanya. Begitu pula sang istri menanggapi tutur dan sikap kasih suami dengan penuh sentimentil. Yang berbicara bukan lagi logika tapi lubuk kalbu. Oh, betapa indahnya hidup ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah gambaran hidup sang pengantin baru. Mungkinkah kasih sayang tertambat abadi dalam lubuk hati yang dalam? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pasangan muslim, gambaran cinta mesra adalah suatu yang sakral. Ia perlu dipertahankan, menutupi ketidaksukaan suami kepada kelemahan istri menjadi suatu kewajiban nilai. Bukan sekedar ungkapan di bibir. "Dia tidak pernah mencela suatu makanan, jika dia suka ia makan, dan jika dia benci dia meninggalkannya" (HR Bukhari Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Aisyah dengan Rasulullah menjadi buah ibroh (pelajaran) teladan. Betapa Rasulullah menjaga cinta kasih dengan Aisyah selama mata belum berkatup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kaum Habsyi bermain tombak di masjid, Rasulullah bersikap duhai mesra. Beliau mendedahkan kain sebagai hijab berlobang, agar Aisyah bisa menonton pertunjukan heroik tersebut. Aisyah melihat pertunjukan dari balik leher/tengkuk, agar sesekali bisa bersentuhan dengan dada Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah lain, betapa Rasulullah berlaku mesra. Lomba berlari. Sesekali Rasulullah berlari dengan lambat tapi pasti mengalahkan Aisyah. Sesekali beliaupun mengalah demi suka ria Aisyah, demi membahagiakan istri. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Inilah gambaran hidup ideal dan nyata. Rasulullah melaksanakannya dengan istri-istrinya. Kadang Aisyah pun iri pada sikap Rasul yang membanggakan Khadijah. Istri pertama beliau ini memberi kehangatan hidup, membela lahir dan batin, dikala rumah tangga jihad bergelombang. Khadijah lebih banyak mendapat duka dalam liku-liku pembentukan Qo'idah Ash-Sholbah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami Qona'ah (sederhana)&lt;br /&gt;"Tidak ada pada kami kecuali cuka, lalu Rasul minta cuka itu sebagai lauk. Lalu makanlah beliau berlaukkan cuka", demikian tutur salah seorang istri Rasul. &lt;br /&gt;(HR Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul selalu qona'ah (tidak neko-neko). Barangkali inilah salah satu kebanggaan para istri Rasul akan kepribadian beliau. Selain beliau tampan, hangat, juga menyejukkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada hati para istri yang gundah gulana disebabkan tindakan Rasul. Paling-paling sikap cemburu para istri terutama Aisyah bila ada wanita yang datang kepada beliau. "Jangan-jangan wanita ini menyerahkan diri untuk diperistri," inilah ungkapan kekhawatiran Aisyah. "Tidakkah aku menarik perhatian beliau?", Aisyah berkontemplasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan persoalan itu yang berlaku pada Rasul. Beliau menikahi banyak wanita bukan demi nafsu duniawi, akan tetapi demi dakwah, jihad dan kelanjutan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Aisyah pencemburu berat. Sulit diukur dengan neraca berapa berat tingkat cemburunya. Tetapi lebih cemburu lagi Rasulullah. Inilah ciri cinta yang masih melekat dalam dua pribadi sejarah. Cemburu bukan hal negatif. Tapi sebagai suatu yang inheren dalam cinta yang furqoni. Suami yang mempunyai rasa cinta kepada istrinya, tidak akan rela melihat istrinya diboyong atau digandeng oleh laki-laki lain. Jika sang istri ternyata dengan "suka rela" mau diperlakukan seperti itu oleh laki-laki lain, maka sang suami akan berkata, "Saya harus menceraikannya". Inilah cemburu yang hak (yang benar) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang suami harus pergi jauh, lama tidak kembali, baik untuk mencari nafkaf, menuntut ilmu atau menyeru kepada Islam. Dalam kisah kasih suami istri islami, istri akan mentsiqahi (percaya) pada amal suaminya. "Suamiku tidak akan menyeleweng dari Islam", hati kecil istri bicara. Istri pun di rumah menjaga kesucian dirinya. Ia tak akan menerima tamu di luar muhrim selama kepergian suami. Ia senantiasa menjaga anak-anak dan mendidiknya dengan pendidikan Islam serta menjaga segala harta dan wasiat suami. "Suamiku pasti kembali", suara hati sang istri penuh yakin. "kalau pun ia tidak kembali ke pangkuan, pasti dia kembali kepada-Nya". Sang istri yakin betul akan takdir Allah. Ia selalu berprasangka baik kepada Allah dalam setiap keputusan-Nya yang hadir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlapang Dada&lt;br /&gt;Sebagai manusia, kadang-kadang seorang istri hanyut dalam arus kemarahan. Ia membuat sesuatu yang ganjil. Dengan sebab tertentu ia merubah sikap terhadap suaminya. Suami merasakan kemarahan tersebut. Lalu, suami menerima dengan lapang dada. Ia bersabar dan bersikap mulia. Pandangan yang dalam akan hakekat kejadian wanita membuat suami bertoleransi terhadap istri. (Bahwa wanita itu dijadikan dari tulang rusuk yang bengkok. Jika sang suami memaksa untuk meluruskannya, maka ia akan patah. Namun jika dibiarkan, maka ia juga akan tetap bengkok - pent) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Rasulullah pernah menunjukkan sikap beliau ketika Hafsah istri beliau berpaling semalaman dari beliau. Umar memarahi Hafsah dengan keras, karena menganggap anaknya (Hafsah) berani berpaling dari Rasulullah. Umpatan Umar tersebut disampaikan kepada Rasulullah. Tapi, Rasulullah menanggapinya dengan senyum simpul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami tidak layak menampilkan sosok dominasi, tidak mau kalah dalam segala hal. Kecuali hal-hal yang prinsip. Untuk hal-hal tertentu suami mau menerima keluhan rasa kesal istri. Suami menanggapinya dengan hati yang sejuk menentramkan, bukannya malah ikut-ikutan marah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, para istri shahabat mengelilingi Rasulullah, mengadukan persoaln pribadi. Pasalnya suami-suami mereka terlalu kasar (HR Abu Daud, Nasa'i dan Ibnu Majah) padahal dalam firman Allah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah). Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak". (QS. An-Nissa [4]: 19) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil ayat ini menyuruh para suami untuk mampu berlapang dada, menerima fitrah manusiawi wanita. Rasulullah pernah bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berwasiatlah kamu dengan cara yang baik kepada wanita sebab mereka dijadikan dari tulang rusuk yang bengkok. Dan sesungguhnya bagian yang paling bengkok di dalam tulang rusuk itu ialah bagian paling atas. Jika anda hendak meluruskannya secara keras dan paksa niscaya engkau akan patahkan dia dan jika anda membiarkan dia demikan ia akan senantiasa bengkok. Maka berwasiatlah kamu dengan baik kepada wanita". (HR Bukhari Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami yang berlapang dada, sabar atau menerima beberapa kelemahan sifat manusiawi wanita akan menjadi simbol kejayaan. Ia bisa adaptif dengan berbagai kronik kehidupan keluarga. Ia tahu bagaimana mengatasi dan mengelola konflik internal dan friksi hubungan sosial dengan istrinya. Ia tahu pula bagaimana cara menyelami lubuk jiwa istrinya dengan bijak, lembut, cerdik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan istri secara psikologi dalam keluarga adalah mendapatkan "rewards" positif untuk hal-hal yang positif, dan bila suami bersikap konsisten antara ucapan dan tindakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Yang Baik&lt;br /&gt;"Kaum lelaki adalah pemimpin (qowwam) bagi wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian harta mereka". (QS. An-Nisaa [4]: 34) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdikan dan sikap menerima kekurangan istri, akan meningkatkan pamor suami di hadapan istri. Dalam memperbaiki kekurangan itu, ia berusahalah dengan cara lemah lembut. Kebencian atau yang menyakitkan istri akan timbul, bila istri dimarahi di khalayak ramai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang baik (suami) dalam keluarga adalah keteladanan dan tanggung jawab yang penuh akan amanah yang diberikan kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu semua adalah pemimpin dan semua pemimpin bertanggung jawab atas semua kepemimpinannya. Dan setiap penanggung jawah adalah pemimpin, dan lelaki adalah pemimpin atas kapasitas keahliannya, dan wanita adalah penjaga suami dan anak-anaknya, maka semua kamu adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas rakyatnya". (HR Bukhari Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Islam menuntut kaum laki-laki agar bergaul ihsan (baik) dengan istri. Sebaliknya Islam juga menyuruh istri agar patuh dan taat setia kepada suaminya dalam batas-batas halal. Dengan demikian kisah kasih cinta suami istri senantiasa dalam batas rahmat. Insya Allah akan tetap langgeng. Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milis Eramuslim&lt;br /&gt;Dikirim oleh: Armansyah&lt;br /&gt;Rabu, 26 April 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-7506322393010357890?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/7506322393010357890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/01/suami-mencintai-istri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/7506322393010357890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/7506322393010357890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/01/suami-mencintai-istri.html' title='Suami Mencintai Istri'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-7715087143571567178</id><published>2009-01-08T08:01:00.002+07:00</published><updated>2009-01-08T08:08:08.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Istri'/><title type='text'>Melacak Karakter Istri Sholihah Dalam Al-Quran</title><content type='html'>Artikel singkat ini menyajikan beberapa karakter perempuan sholihah yang diungkapkan beberapa ayat al-Quran. Pengungkapan ayat-ayat ini dikaitkan dengan upaya pembangunan keluarga yang diliputi suasana tentram, cinta kasih dan sayang atau keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah (samara) sebagaimana diungkapkan pada ayat:&lt;br /&gt;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. 30:21)&lt;br /&gt;Ayat-ayat yang digunakan sebagian terkait langsung dengan posisi perempuan sebagai istri. Sebagian ayat lain tidak terkait langsung dengan posisi perempuan sebagai istri, akan tetapi bila kita telusuri lebih jauh, ayat-ayat ini berkaitan secara tidak langsung dengan posisi istri, semisal pengungkapan ayat-ayat terkait kisah Ratu Bilqis pada surat an-Naml atau ayat-ayat yang menggambarkan sifat para bidadari di surga. Insya Allah ayat-ayat ini akan diungkapkan dalam kerangka mengungkapkan karakter istri sholihah.&lt;br /&gt;Untuk memudahkan pengkajian, penulis mengelompokkan ayat-ayat untuk menggambarkan karakter istri sholihah dalam tiga profil, yaitu:&lt;br /&gt;Profil Kekasih&lt;br /&gt;Profil Ibu&lt;br /&gt;Profil Sahabat&lt;br /&gt;1. Profil Kekasih&lt;br /&gt;1.1. Taat kepada Allah&lt;br /&gt;Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Rabbnya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri-isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan. (QS. 66:5)&lt;br /&gt;Menurut Muhammad Qutb, secara khusus ayat di atas merupakan pembelajaran bagi istri-istri Nabi, tentang makna kemuliaan sebagai istri di hadapan Allah swt. Akan tetapi orang beriman mendapatkan limpahan kerunia karena dapat mengambil pelajaran berharga dari pengajaran Allah ini.&lt;br /&gt;Seorang perempuan sholihah itu pertama kali disifati dengan karakter ketaatannya kepada Allah swt. Mengapa kita menempatkan ketaatan kepada Allah ini sebagai karakter utama seorang kekasih? Jawabannya karena sebagai kekasih seorang itu mesti memelihara kecantikannya. Dan kecantikan hakiki seorang perempuan itu adalah pada ketaatan kepada Allah swt. Ini adalah puncak kecantikan batin, sebagaimana digambarkan Ibnul Qayyim. Dan kecantikan batin ini akan memperindah dan menyempurnakan kecantikan lahir.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketaatan kepada Allah diwujudkan dalam keimanan dan mewujudkan keyakinannya ini dalam amal perbuatan, taat terhadap semua aturan yang Dia tetapkan bagi perempuan muslimah, yang cepat menyadari kekeliruan dengan bertaubat, yang rajin beribadah, berpuasa dan senantiasa menjelajah kerajaanNya, ciptaanNya dan tanda-tanda keesaanNya dan kebenaran pengaturanNya di alam semesta. Inilah cakupan yang amat menyeluruh dari sifat keislaman bagi muslimah sholihah.&lt;br /&gt;Diantara ketaatan praktis kepada Allah swt yang saat ini banyak ditinggalkan perempuan muslimah adalah berbusana menutup aurat (QS an Nuur:31 dan al-Ahzab:59). Ini merupakan fitnah yang amat serius, sebab Rasulullah saw pernah menegaskan,”Orang-orang perempuan yang berpakaian tetapi seperti telanjang, meliuk-liukan badannya dan rambutnya disasak, mereka tidak akan masuk surga, juga tidak akan mencium baunya surga, padahal bau surga itu dapat tercium dari jarak amat jauh.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;1.2 Taat kepada Suami&lt;br /&gt;Perempuan yang sholihah, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri 289 ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka) 290 (QS. 4:34)&lt;br /&gt;289: Maksudnya: tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.&lt;br /&gt;290: Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.&lt;br /&gt;Rasulullah saw menyampaikan,”Jika seorang istri itu telah menunaikan shalat lima waktu, shaum di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya,dan taat kepada suaminya, maka akan dipersilakan kepadanya: masuklah ke Surga dari pintu mana yang kamu suka.” (HR Ibnu Hibban, al-Bazzar, Ahmad dan Thabrani, Albani menyatakan keshahihannya).&lt;br /&gt;Pada pengajarannya yang lain, Rasulullah saw berkata,”Perempuan mana saja yang meninggalkan dunia sementara suaminya meridhainya pasti masuk Surga.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;Sebaliknya kedurhakaan kepada suami akan mendatangkan kutukan dari Allah, para malaikat dan segenap manusia. Cukuplah pelajaran yang terdapat pada surat at-Tahrim menjadi peringatan bagi kaum muslimah.&lt;br /&gt;Diantara sikap taat para istri kepada para suami adalah meminta ijin kepada suami jika hendak keluar rumah (tidak keluar rumah kecuali dengan ijin suami), tidak meminta bercerai tanpa alasan yang dibenarkan syariah, menjaga kesopanan dan kehormatan saat keluar rumah, tidak mengeraskan suara melebihi suami, tidak membantah suaminya dalam kebenaran, dan tidak menerima tamu yang dibenci suaminya ke dalam rumah, apalagi bermesraan dengan lelaki lain.&lt;br /&gt;1.3. Lembut dan Pemalu&lt;br /&gt;Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan dengan kemalu-maluan, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami” … (QS. 28:25)&lt;br /&gt;Al Quran yang merupakan kalam Allah tak pernah menyampaikan sesuatu yang sia-sia. Begitu pula dengan disampaikannya sifat malu-malu pada ayat di atas, tentulah tersimpan hikmah untuk menggambarkan kemuliaan sifat perempuan.&lt;br /&gt;Malu sendiri adalah bagian dari iman. Bahkan sebuah hadits pada Kumpulan 40 Hadits an-Nawawiy mengungkapkan: “Jika kamu tidak malu, maka lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan.” Penafsiran hadits ini paling tidak ada dua. Pertama, malu menjadi parameter apakah sebuah perbuatan layak dilakukan atau tidak. Kedua, orang yang rendah rasa malunya, akan melakukan apapun yang dia mau.&lt;br /&gt;Sifat pemalu ini menunjukkan kemuliaan dan penjagaan kemuliaan dirinya. Bahkan sifat sopan dan pemalu ini dijadikan daya tarik pada bidadari, sebagaimana disebutkan pada ayat-ayat berikut:&lt;br /&gt;Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya …(QS. 55:56)&lt;br /&gt;Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. Maka ni’mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. (QS. 55:70-72)&lt;br /&gt;1.4. Pencinta&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda,”Dunia ini perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah perempuan yang shalihah.” (HR Muslim). Kata perhiasan terkait dengan makna keindahan. Seorang perempuan shalihah senantiasa menjaga daya tarik dirinya bagi suaminya. Isyarat tentang para bidadari menggambarkan keindahan dan keadaan penuh cinta pada mereka.&lt;br /&gt;Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. (QS. 56:22-23)&lt;br /&gt;Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung 1452, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (QS. 56:35-37)&lt;br /&gt;1452: Maksudnya mereka diciptakan tanpa melalui kelahiran dan menjadi gadis.&lt;br /&gt;Rasulullah saw mengisyaratkan keadaan istri terbaik,”Istri yang paling baik adalah, bila suami memandang kepadanya memberikan kebahagiaan; Bila menyuruhnya, mentaatinya.; Bila sang suami bepergian, ia menjaga dirinya dan hartanya.” (HR An-Nasai dan dishahihkan oleh al-Iraqi).&lt;br /&gt;Istri shalihah senantiasa menyenangkan hati suaminya dan menjaga suasana mesra tetap bersemi dalam keluarga. “Sesungguhnya apabila seorang suami menatap istrinya dan istrinya membalas pandangan (dengan penuh cinta kasih), maka Allah menatap mereka dengan pandangan kasih sayang. Dan jika sang suami membelai tangan istrinya, maka dosa mereka jatuh berguguran di sela-sela jari tangan mereka.” (HR Maisaroh bin Ali dari Abu Said bin al-Khudri).&lt;br /&gt;Saat ini para suami dihadapkan pada godaan besar di sisi hubungan intim pria-wanita. Banyak perempuan yang secara sadar atau tidak telah menjadi penggoda kaum pria baik langsung ataupun tak langsung. Maka menjadi salah satu tanggung jawab mulia bagi para istri untuk membantu para suami mencurahkan cinta mereka pada sesuatu yang halal. Di sinilah makna larangan bagi para istri menolak ajakan para suami, seperti tercatat dalam pengarahan Rasulullah saw berikut ini:&lt;br /&gt;“Bila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu ia menolak sehingga suaminya semalaman marah kepadanya, maka malaikat mengutuknya hingga pagi.” (Muttafaqun alaihi)&lt;br /&gt;Jadi hadits ini mesti ditempatkan dalam kerangka menjaga hubungan mesra dan cinta; Bukan menempatkan perempuan dalam posisi tertekan dan terpaksa dalam menjalankan hubungan intim suami-istri.&lt;br /&gt;2. Profil Ibu**&lt;br /&gt;2.1. Memiliki Visi Pendidikan untuk Mengabdi kepada Allah&lt;br /&gt;Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Rabbku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Rabbku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk”. (QS. 3:35-36)&lt;br /&gt;Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. 46:15)&lt;br /&gt;Ayat-ayat di atas mengajarkan agar para Ibu muslimah menjadikan visi terbesar pendidikan anak untuk menjadikan mereka para hamba Allah yang senantiasa berkhidmat kepada Allah swt. Kesuksesan utama orang tua dalam pendidikan anak adalah manakala mereka menjadi orang-orang yang pandai bersyukur kepada Allah.&lt;br /&gt;Sikap syukur ini menyiratkan kebaikan-kebaikan mereka terhadap sesama manusia. Sebab syukur dalam makna yang luas berarti memanfaatkan segala kebaikan Allah swt untuk mentaatiNya. Artinya berbagai perbuatan kebajikan adalah perwujudan terima kasih kita kepada Allah. Dalam kerangka berpikir ini kita menemukan pentingnya pendidikan bagi anak, sebab pendidikan lah yang akan membuat seorang manusia memiliki karakter atau akhlak mulia.&lt;br /&gt;Untuk itu seorang Ibu dituntut melengkapi wawasan dan pengetahuannya untuk mendidik anak-anak. Diantara pengetahuan mendasar bagi anak-anak adalah:&lt;br /&gt;§ Dalam sisi keagamaan: tilawah Quran (serta pemahamannya pada hal-hal mendasar) dan sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya ra. Pengetahuan dasar keagamaan ini akan menjadi fondasi bagi kekokohan aqidah dan akhlak.&lt;br /&gt;§ Dalam sisi pengetahuan dan keterampilan umum: komunikasi-berbahasa (termasuk sastra), logika-matematika, pengetahuan sejarah dan musik-bernyanyi.&lt;br /&gt;2.2. Memiliki Keyakinan Kuat terhadap Janji Allah&lt;br /&gt;Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa: “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan jangan (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul. (QS. 28:7)&lt;br /&gt;Dalam menghadapi berbagai tantangan jaman, seorang Ibu mesti senantiasa optimis, bahwa Allah akan menolong mereka mendidik anak-anaknya menjadi manusia berguna di masa depan. Sikap teguh Ibunda Nabi Musa sebagaimana digambarkan pada surat al-Qashash menjadi teladan utama dalam bersikap yakin akan bantuan Allah swt ini.&lt;br /&gt;Ibu Musa ditakdirkan melahirkan anaknya dalam kondisi amat berat, yaitu ketika Firaun, penguasa yang amat zhalim saat itu, mengeluarkan perintah untuk membunuh anak laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil, karena alasan ketakutan akan runtuhnya kerajaannya. Akan Allah swt memerikan keteguhan kepada Ibu Musa dan dengan dibantu oleh kakak perempuan Musa, Ibu Musa berhasil melalui masa-masa sulit tersebut untuk melindungi dan memelihara Musa.&lt;br /&gt;Kisah di atas menjadi pelajaran berharga bagi para ibu muslimah. Saat ini tantangan yang dihadapi dalam mendidik anak-anak amat besar. Kita dihadapkan pada berbagai tantangan dalam mendidik anak-anak, mulai dari seleksi pendidikan yang berkualitas, tantangan finansial, tantangan lingkungan hingga tantangan pada diri kita sendiri. Untuk tantangan lingkungan, kita menyaksikan banyaknya “polusi” berita dan informasi tentang kekerasan atau tindakan a-susila baik dalam bentuk tulisan ataupun tayangan-tayangan audio visual.&lt;br /&gt;Dalam kondisi ini peran para Ibu amatlah besar untuk menjaga anak-anak agar tumbuh pada fitrah kesuciannya. Modal paling besar bagi para Ibu adalah kedekatan dengan Allah swt, memahami pengarahan (taujih) dan pengajaran dari Allah swt melalui al-Quran dan sunnah NabiNya. Untuk itu para Ibu hendaknya senantiasa mengadakan pengkajian yang mendalam terhadap dua sumber utama ajaran Islam ini&lt;br /&gt;Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. (QS. 33:34)&lt;br /&gt;2.3. Penuh Suka Cita dalam Mendidik&lt;br /&gt;Dan berkatalah istri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfa’at kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedangkan mereka tiada menyadari. (QS. 28:9)&lt;br /&gt;Sikap kasih sayang kepada anak-anak adalah fitrah yang Allah berikan kepada para Ibu untuk mendidik anak-anak mereka. Selama fitrah ini terjaga baik, seorang Ibu akan menjadikan perhatian pada anak sebagai perhatian terbesar dalam hidupnya. Kisah jatuh cintanya Asiyah istri Firaun kepada bayi Musa diabadikan al Quran untuk menggambarkan fitrah ini. Padahal Musa bukanlah anak kandungnya sendiri. Hendaknya sikap kasih sayang ini terus menyertai proses pendidikan anak.&lt;br /&gt;Satu tantangan yang dihadapi para Ibu masa kini adalah tarikan untuk berkarir dan mencari penghasilan yang besar. Tarikan ini terjadi karena struktur sosial-ekonomi-masyarakat yang “memaksa” sebagian ibu-ibu untuk bekerja mencari nafkah. Padahal di dalam ajaran Islam, kewajiban mencari nafkah ini ada pada pundak para bapak. Motivasi lain adalah karena adanya kelemahan pola hubungan suami-istri. Sebagian istri merasa khawatir dirinya direndahkan oleh suami apabila tidak memiliki penghasilan sendiri. Tentu saja kondisi ini pun tidak seharusnya terjadi dalam keluarga muslim, sebab ajaran Islam telah memerintahkan para suami untuk bersikap kasih sayang dan adil dalam memimpin rumah tangga. Yang patut diwaspadai adalah ketika kaum perempuan justru sangat menikmati karirnya, sehingga meletakkan masalah pendidikan dan kasih sayang kepada anak pada prioritas ke sekian dibandingkan karirnya. Bahkan misalnya pada sebagian kalangan perempuan ada pandangan bahwa memiliki anak itu akan mengganggu karir mereka.&lt;br /&gt;3. Profil Sahabat (Mitra)&lt;br /&gt;3.1. Pencari Kebenaran&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat 1462. (QS. 58:1)&lt;br /&gt;1462: Sebab turunnya ayat ini adalah berhubungan dengan persoalan seorang wanita yang bernama Khaulah binti Tsa’labah yang telah didzihar oleh suaminya Aus bin Shamit, yaitu dengan mengatakan kepada isterinya: “Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku”, dengan maksud dia tidak boleh lagi menggauli isterinya, sebagaimana ia tidak boleh menggauli ibunya. Menurut adat Jahiliyah kalimat seperti itu sudah sama dengan menthalak isteri. Maka Khaulah mengadukan hal itu kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw menjawab bahwa dalam hal ini belum ada keputusan dari Allah. Dan pada riwayat yang lain, Rasulullah saw mengatakan: “Engkau telah diharamkan bersetubuh dengan dia”. Lalu Khaulah berkata: “Suamiku belum menyebut kata-kata thalak”. Kemudian Khaulah berulang-ulang mendesak Rasulullah saw agar menetapkan suatu keputusan dalam hal ini, sehingga kemudian turunlah ayat ini dan ayat-ayat berikutnya.&lt;br /&gt;Seorang muslimah hendaklah terus bersemangat mencari dan menegakkan kebenaran sebagaimana ditunjukkan pada contoh sahabiyah Khaulah binti Tsalabah ini. Dengan demikian ia akan menjadi partner diskusi yang handal bagi suaminya.&lt;br /&gt;3.2. Memiliki Kriteria Tepat tentang Pendamping Hidup&lt;br /&gt;Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”. (QS. 28:26)&lt;br /&gt;Menilik ayat di atas, sepertinya karakter ini berlaku bagi mereka yang belum menikah. Ayat di atas mengungkapkan kalimat putri seorang yang sholih di negeri Madyan, negeri tempat Musa muda melarikan diri dari kejaran Firaun. Sebagian penafsir mengatakan orang sholih ini adalah Nabi Syu’aib as. Begitulah gambaran seorang gadis yang cerdas dan sholihah menginterpretasikan sifat baik seorang pemuda. Ia tempatkan gejolak curahan hatinya mencari pasangan hidup, sekaligus melindungi posisinya dari kemestiannya bekerja dengan saudara perempuannya, karena sang ayah telah lanjut usia. Sang ayah pun memahami rahasia yang disembunyikan anak gadisnya. Setelah berbincang dengan Musa, ia menawari Musa untuk bekerja di tempatnya, dan ia berjanji akan menikahkan Musa dengan putrinya (kisah ini ada pada rangkaian ayat di atas, sebelum dan sesudahnya)&lt;br /&gt;Akan tetapi bagi para muslimah yang telah menikah pun kisah di atas mengungkap pelajaran berharga. Perhatikanlah, perempuan sholihah meletakkan parameter lahir dan batin secara seimbang dalam berinteraksi dengan pasangan hidupnya. Maka semestinya apresiasi seorang istri kepada pasangannya pun selalu seimbang diantara sisi fisik dan psikis. Dalam kehidupan berumah tangga ini dapat diterjemahkan dalam bentuk perhatian pada pola makanan, pola istirahat, olah raga dan juga pada pola pendidikan serta pola ibadah ritual yang senantiasa mewarnai kehidupan suami-istri. Semakin panjang usia pernikahan, semakin terasa kebutuhan untuk saling mengingatkan dalam menjaga kondisi prima fisik dan psikis.&lt;br /&gt;3.3. Kesetaraan di Hadapan Allah&lt;br /&gt;Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana”. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca”. Berkatalah Balqis: “Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Rabb semesta alam”. (QS. 27:44)&lt;br /&gt;Ketika Ratu Balqis telah menyaksikan kerajaan besar yang Allah karuniakan kepada Nabi Sulaiman as dan mengetahui siapakah yang benar-benar harus disembah di muka bumi ini, sadarlah ia bahwa ternyata perbuatannya dan kaumnya (di antaranya menyembah matahari) adalah perbuatan yang zhalim. Akan tetapi perhatikanlah, Ratu Bilqis tidak pernah menyatakan ketundukan kepada Sulaiman. Yang ia ucapkan adalah bahwa ia bersama Sulaiman tunduk patuh, berserah diri kepada Allah swt.&lt;br /&gt;Dari ayat ini kita mendapatkan taujih Rabbani (pengarahan Ilahi), bahwa kedudukan kaum perempuan dan kaum lelaki di hadapan Allah swt itu sama, yaitu sebagai hamba. Islam telah memuliakan kedudukan kaum perempuan. Untuk itu kaum muslimah hendaknya senantiasa menjaga kemuliaan ini dan bahu-membahu bersama para suami mereka dalam menegakkan kebenaran.&lt;br /&gt;3.4. Berkontribusi Aktif dalam Kerja Sosial dan Da’wah&lt;br /&gt;Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min 1219, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. 33:35)&lt;br /&gt;1219: Yang dimaksud dengan “orang muslim” di sini ialah orang-orang yang mengikuti perintah dan larangan pada lahirnya, sedang yang dimaksud “orang yang mu’min” di sini ialah orang yang membenarkan apa yang harus dibenarkan dengan hatinya.&lt;br /&gt;Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain 259. (QS. 3:195)&lt;br /&gt;Sebab turunnya dua ayat di atas terkait langsung dengan kehidupan para muslimah di masa kehidupan Nabi Muhammad saw. Ayat pada surat al Ahzab turun karena adanya ucapan Ummu ‘Imarah al-Anshari kepada Rasulullah saw,”Kami menyaksikan segala sesuatu (terkait ajaran Islam) hanya bagi lelaki dan kami tidak melihat kaum perempuan disebut-sebut.” (diriwayatkan at-Tirmidzi melalui Ikrimah). Atau melalui Ibnu ‘Abbas diriwayatkan bahwa para muslimah berkata kepada Nabi saw,”Ya Rasulullah, mengapa hanya disebutkan kaum beriman lelaki dan tidak disebutkan kaum beriman perempuan?” (diriwayatkan ath-Thabrani). Sedangkan pada riwayat lain dikabarkan bahwa para muslimah menanyakan mengapa hanya para istri Nabi yang disebutkan. Mereka berkata,”Kalaulah pada kami ada kebaikan, tentu kami disebutkan.” Maka Allah swt menurunkan ayat di atas. (diriwayatkan Ibnu Sa’ad dari Qatadah)&lt;br /&gt;Adapun untuk ayat pada akhir surat Ali ‘Imran, diriwayatkan bahwa Ummu Salamah berkata,”Ya Rasulullah, aku tidak mendengar Allah menyebutkan kaum perempuan dalam peristiwa Hijrah sedikitpun.” Maka Allah swt menurunkan ayat tersebut. (diriwayatkan oleh Abdur Razaq, Said bin Manshur, at-Tirmidzi, al-Hakim, dan Ibnu Abi Hatim).&lt;br /&gt;Setelah kita ketahui konteks sosial sebab turunnya, ayat-ayat di atas semakin meneguhkan adanya peran sosial dan da’wah yang penting dari kaum perempuan sejak masa pertama turunnya ajaran Islam. Ini berlaku bagi semua perempuan. Mereka tidak kalah dengan kaum lelaki dalam melakukan seluruh aktifitas kehidupan, mulai yang sifatnya ibadah ritual hingga aktifitas sosial dalam rangka memperbaiki kondisi masyarakat.&lt;br /&gt;WaLlaahu a’lamu bish shawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Buku Bacaan&lt;br /&gt;Aisyah Abdurahman, Istri-istri Nabi saw., Pustaka Mantiq, 1988&lt;br /&gt;Abu Mohd Rosyid Ridho, Wanita Sholihah: Ciri-ciri dan Fungsinya, Hikmah, Medan, 1985&lt;br /&gt;Ibnu Ahmad Dahri, Peran Ganda Wanita Modern, Pustaka al-Kautsar, 1991&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim, Taman Orang-orang yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu.&lt;br /&gt;Ibrahim bin Shalih al-Mahmud, Kiat Hidup Bahagia dengan Suami Anda, Firdaus, 1992&lt;br /&gt;Khairiyah Husain Thaha, Konsep Ibu Teladan: Kajian Pendidikan Islam, Risalah Gusti, 1992&lt;br /&gt;Muhammad Qutb, Figur Wanita Sorga dan Neraka, Penerbit Amarpress, 1987&lt;br /&gt;As-Suyuthi, Asbabun Nuzul.&lt;br /&gt;http://cyberdakwah.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-7715087143571567178?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/7715087143571567178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/01/melacak-karakter-istri-sholihah-dalam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/7715087143571567178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/7715087143571567178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/01/melacak-karakter-istri-sholihah-dalam.html' title='Melacak Karakter Istri Sholihah Dalam Al-Quran'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-2953696843097242157</id><published>2009-01-06T23:01:00.000+07:00</published><updated>2009-01-06T23:02:46.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Suami'/><title type='text'>Menjadi Suami Yang Mempesona, Mengapa Tidak?</title><content type='html'>Menjadi istri yang mempesona suami? Itu hal biasa yang telah banyak dibahas dalam berbagai literatur, kajian, diskusi dan kesempatan. Tetapi tahukah Anda wahai para suami, para istri juga menginginkan laki-laki yang mempesona sebagai suaminya. Meski gambaran suami yang mempesona boleh jadi relatif, berbeda antara satu perempuan dengan perempuan lainnya, tetapi dapat dikatakan secara umum kaum perempuan membutuhkan pesona yang dapat lebih membuat mereka senantiasa mencintai suaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi selama ini Anda para suami menyangka bahwa istri Anda mencintai Anda karena ia telah mendampingi, melayani, melahirkan dan mengasuh anak-anak Anda. Mungkin hal itu benar, tetapi untuk membuat perasaan istri Anda tidak berubah ia tetap selalu mencintai Anda dari waktu ke waktu dibutuhkan lebih banyak proses, perbuatan, tingkah laku yang semuanya bermuara pada satu titik bahwa Anda tetap mempesonanya, sehingga ia menganggap Anda layak untuk mendapatkan cintanya untuk selamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu pelajaran yang menarik terutama untuk para suami dari kisah seorang perempuan yang mendatangi Rasulullah SAW untuk menceritakan, bahwa sekian lama berumah tangga ternyata perasaannya mengalami perubahan, ia tidak lagi bisa mencintai suaminya dan karena itu ia khawatir berbuat kekufuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah istri Tsabit bin Qais bin Syamas (sahabat Rasulullah SAW) yang bernama Jamilah, ia mendatangi Rasulullah SAW untuk menceritakan perasaannya terhadap suaminya, ?Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak mencela agama dan akhlak Tsabit, tetapi aku khawatir jika hidup bersamanya aku berbuat kekufuran.? Maka Rasulullah SAW bersabda, ?Apakah engkau hendak mengembalikan kebunnya?? (waktu itu mahar Tsabit adalah kebunnya). Jamilah menjawab, ?Benar ya Rasulullah.? Lalu Rasulullah mengutus seseorang kepada Tsabit untuk menyampaikan pesannya,?Terimalah kebun itu dan ceraikanlah dia.? (HR Bukhari dari Ibnu Abbas ra) &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kisah lainnya yang juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Abbas ra berikut ini menunjukkan bahwa seorang istri diperbolehkan melepaskan diri dari suami yang tidak dapat dicintainya. Barirah adalah seorang budak wanita dari Habasyah yang berada dibawah kekuasaan Utbah bin Lahab. Majikannya ini memaksa Barirah untuk menikah dengan seorang yang tidak disukainya yaitu budak laki-laki bernama Mughits. Merekapun menikah, Barirah tidak mencintai suaminya tapi sebaliknya Mughits sangat mencintai istrinya. Ummul Mukminin Aisyah ra merasa kasihan kepada Barirah, beliau lalu membeli dan memerdekakannya. Setelah itu Barirah merasa benar-benar memiliki kebebasannya dan merasa dapat menentukan hidupnya, maka ia meminta cerai dari suaminya. Ibnu Abbas ra berkata, ?Suami Barirah adalah seorang budak bernama Mughits, seakan-akan aku melihatnya berjalan dibelakangnya sambil menangis, air matanya menetes sampai ke jenggotnya. Nabi SAW berkata kepadaku , ?Wahai Ibnu Abbas, tidakkah engkau takjub pada cinta Mughits pada Barirah dan kebencian Barirah pada Mughits?? Selanjutnya Nabi berkata kepada Barirah, "Seandainya engkau mau kembali, sesungguhnya dia adalah suamimu dan ayah anakmu." Maka Barirah bertanya, "Apakah engkau memerintahkan aku ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Aku hanya menawarkan kepadamu." Barirah berucap, "Aku tidak membutuhkannya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, para suami, beberapa saran berikut ini dapat membantu Anda untuk menjadi pribadi yang mempesona dimata istri Anda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan penampilan luar. &lt;br /&gt;Tidak disangsikan lagi bahwa penampilan luar dapat membangkitkan pesona pada jiwa perempuan. Suami yang dapat menjaga kebersihan dirinya, rapi dan perlente umumnya lebih mempesona ketimbang suami yang jorok, lusuh dan kumal. Bukankah Rasulullah SAW bersabda bahwa kebersihan itu cabang iman? Umar bin Khattab ra pun pernah berkata, ?Perempuan menyukai kalau suaminya berhias untuk dirinya, sebagaimana laki-laki suka istrinya berhias untuk dirinya.? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Kaku dan Monoton&lt;br /&gt;Suami seperti ini selalu mau belajar memahami perasaan istrinya, punya banyak cara dan gaya dalam mengungkapkan perasaan cinta dan kasih sayang kepada istrinya, juga tidak enggan untuk menyatakan cintanya dengan kata-kata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbuka&lt;br /&gt;Suami seperti ini tidak enggan mengungkapkan harapan, keinginan dan perasaannya agar istri mengerti dan dapat melakukan hal yang sesuai dengan yang dikehendakinya. Ia bukan suami yang diam dan membiarkan istrinya dalam kesulitan menebak-nebak apa yang diinginkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matang&lt;br /&gt;Kebanyakan perempuan ketika menikah menginginkan suaminya adalah orang yang siap melindungi, membimbing dan dapat menjadi tempat bersandar. Laki-laki yang matang seperti ini lebih mempesona perempuan dibanding yang kekanak-kanakan dan emosional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peduli dengan Keluarga&lt;br /&gt;Adalah benar suami memiliki tanggung jawab dalam masalah nafkah, tetapi kesibukannya dalam pekerjaan atau hal lainnya tidak membuatnya menjadi orang yang acuh terhadap istri dan anak-anaknya. Ia mau menemani anak belajar dan tidak keberatan mengantar istrinya pergi menghadiri acara-acaranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat Berbagi Rasa&lt;br /&gt;Suami mempesona mau belajar bagaimana dapat ikut merasakan apa yang sedang dirasakan istrinya. Ia mau mendengar dengan penuh perhatian ketika istri sedang mengungkapkan permasalahannya, ikut merasakan kegelisahannya dan dapat membantu menentramkannya atau mengatasi permasalahannya. Ia adalah tempat curhat istrinya yang setia dan dapat dipercaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai Orang Tua, Saudara dan Kerabat Istri&lt;br /&gt;Anda akan semakin mempesona istri Anda manakala Anda mencintai orang tuanya, menyayangi saudara-saudaranya dan bersikap baik kepada kerabatnya. Dan jika Anda senantiasa bersikap demikian maka percayalah iapun akan berusaha keras untuk mencintai orang tua Anda dan bersikap baik pada saudara dan kerabat Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ragu dan gengsi untuk melakukan saran-saran diatas, mulailah sekarang juga maka Anda akan takjub mendapati limpahan cinta istri Anda yang seolah tanpa batas, karena begitulah sifat dan karakter perempuan, ia akan memberi lebih dari apa yang Anda berikan kepadanya!*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.eramuslim.com&lt;br /&gt;Tulisan ini Pernah Dimuat dalam Majalah Safina No. 6 Tahun I, Agustus 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-2953696843097242157?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/2953696843097242157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/01/menjadi-suami-yang-mempesona-mengapa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/2953696843097242157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/2953696843097242157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/01/menjadi-suami-yang-mempesona-mengapa.html' title='Menjadi Suami Yang Mempesona, Mengapa Tidak?'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-6888577393614659650</id><published>2009-01-01T15:59:00.002+07:00</published><updated>2009-01-06T22:44:26.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Istri'/><title type='text'>APA YANG MEMBUAT ISTRI MENARIK</title><content type='html'>Apa yang membuat seorang istri menarik, hingga suami makin menyenangi dan mengaguminya? Karena interaksi dengan istri sudah menjadi keseharian dan hal rutin, seringkali seorang suami sulit menjawab pertanyaan itu. From a distance, mungkin sifat dan sikap menarik dan menyenangkan dari istri bisa diurai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya pilih kata menarik instead of cantik? Cantik fisik itu relatif. Parameter-parameter pembangun kecantikan itu masih debatable. Terlebih lagi cantik fisik itu adalah daya tarik instant. Ia bisa menjadi daya tarik melenakan pada pandangan pertama dan pada interval waktu awal, tapi belum tentu pesona yang sama bisa dirasakan melalui interaksi pada jangka waktu yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik itu terbangun dari keutuhan kepribadian. Berbagai dimensi kecerdasan berpadu membangun kemenarikan (attractiveness), mulai dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional hingga kecerdasan spiritual dan kecerdasan religius. Maka kemenarikan seorang istri paling tidak tercermin dan menampak pada delapan pasangan karakter kunci di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ramah dan murah senyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keramahan dan murah senyum itu menjadi daya tarik universal. Ia menjadi salah satu kunci sukses seseorang, sebab dengannya ia mudah diterima orang lain. Dan ini menjadi faktor penting dalam berbagai kerja sosial dan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan senyum adalah pancaran suasana hati. Murah senyum dan ramah itu bukan tampilan sesaat. Ia adalah cerminan kepribadian. Dengan senyuman istri, seorang suami mendapatkan ketentraman dan kehangatan jiwa. Setiap kali ia mendapatkan senyuman sang istri, terbitlah suasana “kemarilah, di sini aku selalu ada untukmu” menghiasi relung jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Optimis dan ceria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah itu untuk dipecahkan dan jangan membuat kita berdiam diri. Percayalah, kalau kita bergerak dan berusaha, kita akan menemukan jalan keluar. Kalimat-kalimat barusan itu normatif. Tapi ketika ucapan-ucapan itu keluar dari seorang istri dan ketika hal itu diucapkan dengan penuh rasa optimis dan dibarengi keceriaan, yakinlah seorang suami bahwa ia memperoleh anugerah terindah dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang optimis itu tak akan berdiam diri dalam himpitan masalah. Ia akan mengurai masalah. Ia akan kerjakan apa yang bisa dikerjakan terlebih dahulu, tanpa menunda-nunda. Dan justru karena sikap melekat seperti ini, ia tak pernah mendapatkan dirinya menunggu himpitan segunung masalah. Setiap ada permasalahan hidup, ia cepat menyelesaikannya. Karena geraknya ini, setiap kali menyelesaikan satu pekerjaan, sekecil apapun, ia mendapatkan kesenangan jiwa. Dan karenanya sikap ceria selalu bisa dipelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Penyabar dan teguh hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan rumah tangga itu ibarat bahtera yang berlayar mengarungi samudra. Adakalanya cuaca buruk melanda lautan. Angin dan ombak kencang menerpa. Pada saat itu terujilah sifat sabar dan teguh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami akan sangat bersyukur dengan kesabaran dan keteguhan hati istrinya ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup. Hari-hari ketika persediaan uang bahkan tak mencukupi untuk hidup sehari, ketika mesti bekerja keras karena memang tak ada dana untuk menggaji seorang pembantu, ketika mesti berjalan cukup jauh mengantar anak bersekolah dengan mendorong baby-car adiknya pula. Atau ketika hadir suara-suara,”Bagaimana mungkin kamu bersabar dengan kondisi begini? Sekali-kali berontak donk sama suami ….” Ketika itu kesabaran dan keteguhan seorang istri dalam menjalani episode kehidupan diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu keteguhan hati itu lahir dari saling pengertian dan keyakinan, bahwa suami tak berdiam diri dengan kondisi yang ada. Tapi landasan utama keteguhan ini adalah pada keyakinan, bahwa Allah tak meninggalkan hambaNya. Dia akan menolong saat upaya kita sudah sampai pada batasnya; Saat kita berserah diri di ujung segala harapan dan hanya menggantungkan diri padaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penyayang dan pemaaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tak ada yang terbebas dan kekhilafan dan kekeliruan. Begitu juga seorang suami terhadap istrinya. Bahkan di hadapan istrinya, hampir semua ketidaksempurnaan yang dapat ia tutupi di luar rumah, akan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat penyayang dan pemaaf amat diperlukan seorang suami, dihadapkan pada segala kelemahan dirinya. Pengertian istri sungguh menjadi sesuatu yang amat dihajatkan. Dengan ini seorang suami terhindar dari keputusasaan dan blaming himself too far, menyalahkan diri sendiri terlalu jauh. Dengan ini seorang suami tetap bisa terjaga harga diri dan sikap optimisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyayang dan pemaaf juga nampak pada keseharian istri dalam mendidik anak-anak. Suami akan senang melihat anak-anak tumbuh dalam suasana kasih sayang. Pemaafan atas kesalahan anak-anak bukan untuk mentolerir kesalahan itu, tapi untuk memberikan kesempatan kepada mereka belajar dari kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyayang juga menjadi karakter yang muncul saat istri berinterkasi dengan orang tua dan kerabat suaminya. Pernikahan itu menyatukan dua bani. Dan ketika suami mendapatkan istrinya menerima dan diterima dengan baik dan bahkan menjadi kesayangan orang tua dan karib kerabatnya, sungguh ia merasakan rasa senang tiada tara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Empatif dan ringan tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja sama dan saling menolong dalam kehidupan rumah tangga menjadi tuntutan mendasar. Adapun sifat empatif dan ringan tangan dalam menolong di sini lebih ditekankan pada karakter seorang istri bagi masyarakat di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rumah tangga menjadi bagian dari satu masyarakat. Keharmonisan satu keluarga dalam menempatkan diri di tengah masyarakat menjadi satu kepuasan batin dan kebahagiaan tersendiri. Ketika seorang istri menunjukkan sikap empatif dan banyak memberikan pertolongan kepada orang-orang di sekeliling rumah, seorang suami akan mendapatkan pesona sosial pada istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, seorang istri yang memberikan perhatian terhadap masyarakat sekelilingnya justru akan semakin bersikap dewasa dalam mengatasi permasalahan rumah tangganya. Ini menjadikan suasana komunikasi dengan suaminya di rumah lebih seimbang dan menentramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Aktif dan produktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesona sosial pada seorang istri lebih dirasakan suaminya, ketika ia memberikan kontribusi lebih sistematis kepada masyarakatnya. Tidak menjadi masalah pada bidang apa kontribusi ini dicurahkan, pada pendidikan, kesehatan, perekonomian, kesejahteraan, atau beberapa sektor industri. Yang pasti keaktifan dan produktifitas seorang istri bagi masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produktifitas ini tentu saja tidak mesti identik pada jauh meninggalkan urusan rumah tangga. Saya sendiri melihat, basis dari segala aktifitas sosial seorang istri itu adalah bagaimana ia menjadi aktifis yang memiliki visi terbangunnya keluarga-keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan visi di atas dibutuhkan dukungan segenap instrument sosial-kemasyarakatan dan kenegaraan, mulai dari peraturan perundangan yang digodok di lembaga legislatif, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan lembaga pendidikan dan riset, konsep dan kebijakan yang dibuat eksekutif, aktifitas pemberdayaan masyarakat yang dipelopori LSM-LSM (NGOs) dan gerakan sosial lainnya hingga wujud materi peradaban seperti sekolah-sekolah, klinik hingga rumah sakit, industri farmasi penopang kesehatan, industri pemasok makanan bergizi, industri telekomunikasi yang memfasilitasi dan menyajikan informasi yang baik dan mencerdaskan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya terbuka seribu satu medan bagi para istri untuk berkiprah, mulai dari ruang lingkup rukun tangga (RT), rukun warga (RW) hingga lingkup negara dan bahkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Cerdas dan kreatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian seorang manusia itu terus berkembang dan tumbuh menuju kematangan tatkala proses belajar terus menyertainya. Dari waktu ke waktu istri pembelajar akan selalu menghadirkan kemenarikan yang baru. Satu hari tiba-tiba dia memasak kue bolu amat lezat, yang belum pernah disajikan kepada keluarganya. Di kesempatan lain dia mengisahkan baru lulus kursus Qiraati -satu metoda belajar membaca al-Quran-, karena memang dibutuhkan untuk menyertai perkembangan salah satu sisi pendidikan anak-anak. Atau ketika dia mengikuti kegiatan senam kebugaran dengan tekun, yang memang membuat tubuhnya bugar dan menambah vitalitas hubungan dengan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan itu bergabung dengan kreatifitas dan berjalan seiring. Kreatifitas dalam mengelola rumah tangga menjadi pesona tiada batas bagi pasangan suami-istri. Dengan daya kreatif ini, segala masalah bisa dihadapi secara cerdas dan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tekun dan ikhlas beribadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri adalah pada ketekunannya menjalankan ibadah dan mengikhlaskan segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi. Pada karakter ini seorang istri adalah individu yang independent dari siapapun, termasuk dari suaminya. Ia akan menggapai kemuliaan dirinya di hadapan Allah Penguasa Alam Semesta dan di hadapan segenap makhlukNya, termasuk di hadapan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khususnya buat para suami, saya rasa cukup relevan menghantarkan bait-bait di bawah dalam konteks kasih sayang suami-istri. Tentu cinta yang kita bangun adalah karenaNya semata …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To really love a woman,&lt;br /&gt;To understand her,&lt;br /&gt;You’ve got to know her deep inside …&lt;br /&gt;Hear every thought,&lt;br /&gt;See every dream,&lt;br /&gt;And give her wings when she wants to fly.&lt;br /&gt;Then when you find yourself lying helpless in her arms …&lt;br /&gt;You know you really love a woman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have You Ever Really Loved a Woman by Bryan Adams&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemateri: Ust. Adi JM (id: adijm2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Kamis, 25 Jan 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-6888577393614659650?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/6888577393614659650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/01/apa-yang-membuat-istri-menarik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/6888577393614659650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/6888577393614659650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2009/01/apa-yang-membuat-istri-menarik.html' title='APA YANG MEMBUAT ISTRI MENARIK'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-1434733975841451527</id><published>2008-12-15T20:57:00.000+07:00</published><updated>2008-12-15T20:59:16.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Suami'/><title type='text'>Kiat Sukses Menjadi Suami Shaleh</title><content type='html'>Jika ada seorang istri yang sholehah yang selalu memperhatikan, melayani suami dengan segala kebaikan. Ia juga selalu menuruti segala perintah dan memenuhi keinginan sang suami dengan kepatuhan yang sempurna. Menjaga ibadahnya dan selalu mengingatkan suami untuk berlomba mendekatkan diri kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjadi istri yang manis dan selalu hangat disamping suaminya, serta menjadi teman perjalanan yang menyenangkan. Tidak banyak menuntut dan menerima dengan rasa syukur apapun dan seberapapun rezeki yang didapat suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah tidak ada alasan lagi bagi sang suami untuk tidak membalasnya dengan menjadi suami yang sholeh, penuh perhatian dan kasih sayang. Demikian beberapa kiat untuk menjadi suami yang sukses:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Berdandanlah untuk istri anda, selalu bersih dan wangi. Sesering apakah kita tampil didepan istri dengan pakaian ala kadarnya? Sama halnya dengan suami yang menginginkan istrinya kelihatan manis untuknya, setiap istri juga menginginkan suaminya berdandan untuknya. Sebagai contoh, ingat, bahwa Rasulullah saw selalu menggosok giginya terlebih dulu sebelum menemui istrinya setelah bepergian. Beliau juga selalu menyukai senyum yang paling manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Panggillah istri anda dengan nama yang cantik. Rasulullah saw mempunyai nama panggilan untuk istri-istrinya yang sangat mereka sukai. Panggillah istri anda dengan nama yang paling indah baginya dan hindari menggunakan nama-nama yang menyakitkan perasaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan memperlakukan seorang istri seperti lalat. Kita tidak pernah menghiraukan seekor lalat di dalam kehidupan kita sehari-hari, tahu-tahu dia menjadi penyakit buat kita. Sama halnya seorang istri yang berbuat baik sepanjang hari, jika tidak pernah mendapat perhatian dari suaminya, maka dia juga akan memperlakukan suaminya bagai sebuah penyakit. Jangan sekali-kali perlakukan dia seperti ini; kenali semua kebaikan yang dia lakukan dan pusatkan perhatian padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika anda melihat kesalahan dari istri anda, cobalah untuk diam dan tidak berkomentar apa pun! Ini adalah cara Rasulullah saw yang biasa dilakukan saat beliau melihat sesuatu yang tidak pantas dilakukan istri-istrinya (radhiyallahu ‘anhuma). Ini adalah teknik bagi seorang Muslim sebagai kepala rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tersenyum untuk istri anda kapan saja anda melihatnya dan memeluknya sesering mungkin. Senyuman adalah shadaqah dan istri anda termasuk ummat muslim juga. Bayangkan hidup dengannya dengan senyum yang selalu tersungging. Ingatlah, sunnah juga menerangkan bahwa Rasulullah saw selalu mencium istrinya sebelum pergi sholat ke masjid, bahkan saat beliau sedang berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berterima-kasihlah untuk semua yang dia lakukan untuk anda. Sekecil apapun yang istri anda lakukan buat anda, jangan sekali-kali menganggapnya sebagai hal sepele. Berterima-kasihlah, karena ucapan terima kasih anda sungguh berarti bagi istri anda dan akan terukir indah dihatinya. Ambil contoh, ucapkan terima kasih untuk ketika usai makan malam yang dia sediakan. Juga untuk kebersihan rumah dan selusin pekerjaan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mintalah padanya untuk menulis sepuluh perbuatan terakhir yang telah anda lakukan untuknya yang membuat dia senang. Kemudian pergi dan lakukan itu kembali. Mungkin agak sulit untuk mengenali apa yang membuat istri anda senang. Anda tidak perlu untuk bermain tebak-tebakkan, tanyakan padanya dan kerjakan secara berulang-ulang selama hidup anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jangan mengecilkan keinginannya. Hiburlan dia. Kadang-kadang seorang suami perlu mengabulkan permintaan istrinya. Rasulullah saw memberikan contoh buat kita dalam sebuah kejadian ketika Safiyyah radhiyallahu ‘anha menangis karena dia (Safiyyah) berkata bahwa beliau (Rasulullah) memberikan sebuah unta yang lamban. Rasulullah pun menyapu air matanya, menghiburnya, dan membawakannya sebuah unta yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Penuh humor dan bermain-mainlah dengan istri anda. Lihatlah betapa Rasulullah saw pernah bertanding lari dengan istrinya Aisyah radhiyallahu ‘anha di sebuah padang, dan membiarkan Aisyah memenangkannya. Kapan saat terakhir kita melakukan hal seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ingatlah selalu sabda Rasulullah SAW: “Yang terbaik di antara kalian adalah yang memperlakukan keluarganya dengan baik. Dan aku adalah yang terbaik memperlakukan keluargaku.” Cobalah jadi yang terbaik. Sebagai kata akhir: Jangan pernah lupa berdo'a kepada Allah Azza wa Jalla, agar membuat pernikahan anda bahagia.&lt;br /&gt;(Bayu/Muhammad al Syarif/IslamWay.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-1434733975841451527?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/1434733975841451527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/kiat-sukses-menjadi-suami-shaleh_15.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/1434733975841451527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/1434733975841451527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/kiat-sukses-menjadi-suami-shaleh_15.html' title='Kiat Sukses Menjadi Suami Shaleh'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-1327042324259825139</id><published>2008-12-15T20:54:00.000+07:00</published><updated>2008-12-15T20:56:02.389+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Istri'/><title type='text'>Istri Sholihah</title><content type='html'>Istri yang shalehah adalah yang mampu menghadirkan kebahagiaan di depan mata suaminya, walau hanya sekadar dengan pandangan mata kepadanya. Seorang istri diharapkan bisa menggali apa saja yang bisa menyempurnakan penampilannya, memperindah keadaannya di depan suami tercinta. Dengan demikian, suami akan merasa tenteram bila ada bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan istri shalehah adalah idaman setiap lelaki. Karena memiliki istri yang shalehah lebih baik dari dunia beserta isinya. ''Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri shalehah.'' (HR Muslim dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ciri istri shalehah adalah, pertama, melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda, ''Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.'' (HR Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kedua, amanah. Rasulullah bersabda, ''Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu ...'' (HR Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ''Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.''(QS Ar Rum [30]: 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah bagi setiap lelaki yang memiliki istri shalehah, sebab ia bisa membantu memelihara akidah dan ibadah suaminya. Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa diberi istri yang shalehah, sesungguhnya ia telah diberi pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuh lainnya.'' (HR Thabrani dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, istri shalehah hadir untuk mendampingi suami yang juga shaleh. Kita, para suami, tidak bisa menuntut istri menjadi 'yang terbaik', sementara kita sendiri berlaku tidak baik. Mari memperbaiki diri untuk menjadi imam ideal bagi keluarga kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis Oleh :Bahron Anshori&lt;br /&gt;Sumber : www.kebunhikmah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-1327042324259825139?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/1327042324259825139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/istri-sholihah_15.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/1327042324259825139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/1327042324259825139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/istri-sholihah_15.html' title='Istri Sholihah'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-5891495105276634186</id><published>2008-12-14T22:04:00.000+07:00</published><updated>2008-12-14T22:05:47.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Suami'/><title type='text'>Renungan buat Suami</title><content type='html'>Suami adalah kepala rumah tangga, dialah nahkoda bahtera yang sedang mengarungi lautan kehidupan keluarga, dialah yang mengatur dan bertanggung jawab atas segala yang terjadi dalam rumah tangga, khususnya hubungan suami-istri. Tugas berat ini bisa berjalan dengan baik, kalau seandainya ada keharmonisan dengan sang istri tercinta. Bukan suami saja yang berhak mendapatkan rasa kesenangan dari sang istri, tapi sebaliknya sang istri berhak juga mendapatkan hal itu dari sang suami. Dalam artikel yang singkat ini ada beberapa poin sebagai renungan sang suami dalam rangka menjalin keharmonisan rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wahai sang suami....&lt;br /&gt;Apakah membebanimu wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala anda masuk ketemu istri tercinta, agar anda meraih pahala dari Allah?&lt;br /&gt;Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala anda melihat anak dan istrimu?&lt;br /&gt;Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu disaat anda menghampiri dirinya? &lt;br /&gt;Apakah memberatkanmu untuk mengangkat sesuap nasi dan meletakkannya di mulut sang istri, agar anda mendapat pahala?&lt;br /&gt;Apakah termasuk susah, kalau anda masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan lengkap: Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh agar anda meraih 30 kebaikan?&lt;br /&gt;Apa yang membebanimu jika anda menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?&lt;br /&gt;Tanyalah keadaan istrimu di saat anda masuk rumah!&lt;br /&gt;Apakah memberatkanmu jika anda menuturkan kepada istrimu di saat masuk rumah: “Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisimu, dari pagi sampai sekarang, serasa bagaikan setahun “.&lt;br /&gt;Sesungguhnya jika anda betul-betul mengharapkan pahala dari Allah walau anda letih dan lelah, anda mendekati sang istri tercinta dan menjimaknya, maka anda mendapatkan pahala dari Allah, karena Rasulullah bersabda: “Dan dari air mani seseorang kalian ada sedekah”&lt;br /&gt;Apakah melelahkanmu wahai hamba Allah jika anda berdoa dan berkata: “Ya Allah perbaikilah istriku dan berkatilah daku pada dirinya “ .&lt;br /&gt;Ucapan baik adalah sedekah&lt;br /&gt;Wajah yang berseri dan senyum yang manis di hadapan istri adalah sedekah&lt;br /&gt;Mengucapkan salam mengandung beberapa kebaikan&lt;br /&gt;Berjabat tangan menggugurkan dosa-dosa&lt;br /&gt;Berhubungan badan mendapatkan pahala.&lt;br /&gt;Sumber : Kitab Fiqh pergaulan suami istri oleh Syeikh Musthofa Al Adawi&lt;br /&gt;dari : Komunitas Muslim Groningen, Belanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-5891495105276634186?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/5891495105276634186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/renungan-buat-suami_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/5891495105276634186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/5891495105276634186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/renungan-buat-suami_14.html' title='Renungan buat Suami'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-3110970086876190102</id><published>2008-12-14T22:01:00.000+07:00</published><updated>2008-12-14T22:02:43.992+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Istri'/><title type='text'>Renungan buat Istri</title><content type='html'>Istri dalam suatu rumah tangga memiliki peranan penting, di samping wajib menta'ati suami, sang istri adalah tempat menghilangkan rasa lelah dan payah suami.Maka dalam tulisan pendek ini ada beberapa renungan buat sang istri agar rumah tangga itu tetap berbahagia dan harmonis, silahkan disimak &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wahai sang istri&lt;br /&gt;Apakah akan membahayakan dirimu, kalau anda menemui suamimu dengan wajah yang berseri, dihiasi senyum yang manis di saat dia masuk rumah? Apakah memberatkanmu, apabila anda menghapus debu dari wajahnya, kepala dan baju serta mengecup pipinya?&lt;br /&gt;Apakah anda merasa sulit, jika anda menunggu sejenak di saat dia memasuki rumah dan tetap berdiri sampai dia duduk?&lt;br /&gt;Mungkin tidak akan menyulitkanmu jika anda berkata pada suami: “Alhamdulillah atas keselamatan Kanda, kami sangat rindu kedatanganmu, selamat datang kekasihku “.&lt;br /&gt;Berdandanlah untuk suamimu, harapkanlah pahala dari Allah di waktu anda berdandan itu, karena Allah itu indah dan mencintai keindahan. Pakailah parfum dan bermake-uplah serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu&lt;br /&gt;Jauhi dan jauhilah bermuka masam dan cemberut.&lt;br /&gt;Janganlah anda mendengar dan menghiraukan perusak dan pengacau yang akan merusak dan mengacaukan keharmonisan dengan suami.&lt;br /&gt;Jangalah selalu tampak sedih dan gelisah, akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah&lt;br /&gt;Janganlah berbicara terhadap laki-laki lain dengan lemah lembut, sehingga menyebabkan orang yang di hatinya ada penyakit mendekatimu dan mengira hal-hal yang jelek terhadap dirimu&lt;br /&gt;Selalulah berada dalam keadaan lapang dada, hati tenteram dan ingat kepada Allah setiap saat&lt;br /&gt;Ringankanlah suamimu dari keletihan, kepedihan, dan musibah serta kesedihan yang menimpanya&lt;br /&gt;Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu bapaknya&lt;br /&gt;Didiklah anak-anakmu dengan baik. Isilah rumah denga tasbih, tahlil, tahmid dan takbir, perbanyaklah membaca Al Quran terutama surat Al Baqarah, karena surat itu dapat mengusir syaitan &lt;br /&gt;Bangunkanlah suamimu untuk melaksanakan shalat malam, doronglah dia untuk melaksanakan puasa sunat, ingatkan dia akan keutamaan bersedekah, dan jangan anda menghalanginya untuk menjalin silaturahim dengan karib kerabatnya.&lt;br /&gt;Perbanyaklah beristighfar untuk dirimu, suamimu, serta kedua orang tua dan seluruh kaum muslimin. Berdoalah kepada Allah agar dianugerahkan keturunan yang baik, niat yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat. Ketahuilah sesungguhnya Rabbmu Maha Mendengar doa dan mencintai orang yang nyinyir dalam meminta.&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;br /&gt;"Dan Rabb-mu berkata: serulah Aku niscaya Aku penuhi doamu" (Al Mukmin:60) &lt;br /&gt;Sumber :Kitab Fiqh pergaulan suami istri oleh Syeikh Musthofa Al Adawi&lt;br /&gt;dari : Komunitas Muslim Groningen, Belanda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-3110970086876190102?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/3110970086876190102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/renungan-buat-istri_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/3110970086876190102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/3110970086876190102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/renungan-buat-istri_14.html' title='Renungan buat Istri'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-3225476074839046870</id><published>2008-12-14T21:43:00.002+07:00</published><updated>2008-12-14T21:46:44.263+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami - Istri'/><title type='text'>Hindari Stress Dalam Rumah Tangga</title><content type='html'>Memiliki keluarga yang diselimuti oleh nuansa keharmonisan dan kebahagian adalah menjadi dambaan setiap insan. Namun rumah tangga dibangun oleh dua jiwa yang memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga perbedaan tersebut tak jarang menimbulkan stres pada pasangan suami istri. Bila kondisi stres ini tidak tertangani, maka dapat menyulut api pertengkaran dalam rumah tangga. Dan tak sedikit bahtera rumah tangga yang oleng dan akhirnya tengalam karena kondisi stres yang terus berkelanjutan. Oleh karena itu untuk menghindari stres dalam rumah tangga, setiap pribadi hendaknya memperhatikan hal-hal berikut :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menghayati posisi masing-masing dengan sikap ridho.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para suami dijadikan Allah sebagai orang yang bertugas memimpin, menjamin dan mendidik istri dan keluarganya. Para suami diberi kelebihan oleh Allah dengan sifat memimpin dan kemampuan memberikan pengayoman kepada istri dan keluarganya.&lt;br /&gt;Para suami ditempatkan sebagai pemimpin rumah tangga tidak karena yang bersangkutan memikul tanggung jawab mencari nafkah, tetapi karena Allah telah memberikan kelebihan berupa jiwa memimpin dan sikap tegar menghadap berbagai tantangan kehidupan.&lt;br /&gt;Sebaliknya, seorang istri diciptakan dengan menjadi wakil untuk membantu suaminya menyelenggarakan urusan rumah tangga, sehingga ia dibebaskan dari tanggung jawab mencari nafkah keluargnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip yang ditetapkan oleh Islam dalam kehidupan rumah tangga bahwa suami sebagai pemimpin dan pemikul beban rumah tangga, sedangkan istri sebagai wakil dan pengelola dalam membantu penyelenggaraan rumah tangga suaminya, dapat menciptakan ketenangan, kasih sayang dan kebahagiaan. Akan tetapi bila mereka saling berebut posisi untuk memimpin rumah tangga, yang terjadi adalah ketegangan dan perselisihan.Rumah tangga seperti ini, pasti akan menyebabkan penghuninya dicekam perasaan tertekan. Maka Islam memerintahkan suami istri memahami tugas da posisi masing-masing.&lt;br /&gt;Saling mengayomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seoang laki-laki dan perempuan yang menikah ibarat orang yang membangun sebuah benteng. Mereka menjadi bagian yang saling mengukuhkan dalam pembentukan rumah tangga. Mereka harus saling mengayomi, menunjang dan menopang, sehingga rumah tangga berdiri kukuh dan tidak mudah goyah. Suami istri dikatakan saling mengayomi bila mereka saling memenuhi tanggung jawabnya seperti yang dituntut oleh syari'at Islam.&lt;br /&gt;Menerima pasangan dengan segala kekurangan dan kelebihannya.&lt;br /&gt;Tidak ada manusia yang sempurna, setiap orang pasti memiliki kekurangan. Oleh karena itu seorang suami harus dengan lapang dada menerima segala kekurangan yang ada dalam diri isterinya, sebagaimana ia senang menerima kelebihan dan keutamaan istrnya, begitu pula sebaliknya.&lt;br /&gt;Bila masing-masing pribadi selalu melihat kepada kelemahan masing-masing, maka akan menyulutkan ketegangan dalam rumah tangga. Bila kondisi tegang ini terus terjadi, maka benih cinta yang selama ini bersemi dalam diri mereka, perlahan namun pasti akan menjadi layu dan kemudian mati. Rasa cinta akan musnah dan akan berubah menjadi kebencian yang teramat dalam. Mereka akan saling membenci dan mencaci. Maka tidak akan ada yang dapat diharapkan dari rumah tangga semacam ini, selain hanya menunggu tibanya masa kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Adil kepada anak-anaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan anak dan orang tua akan tumbuh dengan baik bila orang tua berlaku baik dan adil kepada anak-anaknya. Sikap adilnya akan menjadikan anak tenang. Sebaliknya perlakukan tidak adil kepada anak, akan menimbulkan kebencian kepada orang tuanya, juga terhadap saudaranya yang dilebihkan dari dirinya. Maka akan terjadi suana yang tidak harnmonis antara seorang anak dengan orang tua juga saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menjaga silaturahmi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suami istri juaga harus menjaga hubungan kekeluargaan dengan orang-orang yang masih memiliki pertalian darah, agar tercipta suasana persaudaraan. Untuk menciptakan semangat memberi perlindungan dan pertolongan, perlulah setiap orang benar-benar mengenali siapa saja yang menjadi keluarga dekat dan jauh yang masih mempunyai pertalian darah. Dengan mengenali orang-orang yang masih seikatan darah. Orang yang selalu menjaga ikatan silaturrahmi akan selalu merasa tenang, damai dan tenteram.&lt;br /&gt;Bila semua hal-hal diatas kita lakukan, maka stres yang kerapkali hadir dalam kehidupan rumah tangga akan dapat dihindari. Nah ! Bagaimana nuansa kehidupan rumah tangga anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis Oleh Hendra (www.pks-jaksel.or.id)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-3225476074839046870?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/3225476074839046870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/hindari-stress-dalam-rumah-tangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/3225476074839046870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/3225476074839046870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/hindari-stress-dalam-rumah-tangga.html' title='Hindari Stress Dalam Rumah Tangga'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-4970425119164815640</id><published>2008-12-14T21:34:00.000+07:00</published><updated>2008-12-14T21:37:14.959+07:00</updated><title type='text'>HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI</title><content type='html'>Sebagaimana diketahui, bahwa seorang Muslim tidak boleh malu&lt;br /&gt;untuk  menanyakan  apa  saja  yang  berkaitan  dengan hukum&lt;br /&gt;agama, baik yang bersifat umum maupun pribadi.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, izinkanlah kami mengajukan suatu pertanyaan&lt;br /&gt;mengenai    hubungan   seksual   antara   suami-istri   yang&lt;br /&gt;berdasarkan  agama,  yaitu  jika  si  istri  menolak  ajakan&lt;br /&gt;suaminya  dengan alasan yang dianggap tidak tepat atau tidak&lt;br /&gt;berdasar. Apakah  ada  penetapan  dan  batas-batas  tertentu&lt;br /&gt;mengenai  hal  ini,  serta apakah ada petunjuk-petunjuk yang&lt;br /&gt;berdasarkan syariat Islam  untuMk  mengatur  hubungan  kedua&lt;br /&gt;pasangan, terutama dalam masalah seksual tersebut?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Benar,  kita  tidak  boleh bersikap malu dalam memahami ilmu&lt;br /&gt;agama, untuk  menanyakan  sesuatu  hal.  Aisyah  r.a.  telah&lt;br /&gt;memuji  wanita  Anshar,  bahwa  mereka tidak dihalangi sifat&lt;br /&gt;malu   untuk   menanyakan   ilmu   agama.   Walaupun   dalam&lt;br /&gt;masalah-masalah  yang berkaitan dengan haid, nifas, janabat,&lt;br /&gt;dan lain-lainnya, di hadapan umum  ketika  di  masjid,  yang&lt;br /&gt;biasanya  dihadiri  oleh orang banyak dan di saat para ulama&lt;br /&gt;mengajarkan  masalah-masalah  wudhu,  najasah   (macam-macam&lt;br /&gt;najis), mandi janabat, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Hal serupa juga terjadi di tempat-tempat pengajian Al-Qur'an&lt;br /&gt;dan hadis yang ada hubungannya dengan masalah tersebut, yang&lt;br /&gt;bagi  para  ulama  tidak ada jalan lain, kecuali dengan cara&lt;br /&gt;menerangkan secara  jelas  mengenai  hukum-hukum  Allah  dan&lt;br /&gt;Sunnah   Nabi   saw.   dengan  cara  yang  tidak  mengurangi&lt;br /&gt;kehormatan  agama,  kehebatan  masjid  dan  kewibawaan  para&lt;br /&gt;ulama.&lt;br /&gt;Hal  itu  sesuai  dengan  apa  yang  dihimbau oleh ahli-ahli&lt;br /&gt;pendidikan pada saat ini. Yakni, masalah hubungan ini,  agar&lt;br /&gt;diungkapkan secara jelas kepada para pelajar, tanpa ditutupi&lt;br /&gt;atau dibesar-besarkan, agar dapat dipahami oleh mereka.&lt;br /&gt;Sebenarnya,  masalah   hubungan   antara   suami-istri   itu&lt;br /&gt;pengaruhnya amat besar bagi kehidupan mereka, maka hendaknya&lt;br /&gt;memperhatikan dan menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan&lt;br /&gt;kesalahan   dan  kerusakan  terhadap  kelangsungan  hubungan&lt;br /&gt;suami-istri. Kesalahan yang  bertumpuk  dapat  mengakibatkan&lt;br /&gt;kehancuran bagi kehidupan keluarganya.&lt;br /&gt;Agama  Islam  dengan  nyata tidak mengabaikan segi-segi dari&lt;br /&gt;kehidupan manusia  dan  kehidupan  berkeluarga,  yang  telah&lt;br /&gt;diterangkan  tentang  perintah  dan larangannya. Semua telah&lt;br /&gt;tercantum  dalam  ajaran-ajaran  Islam,  misalnya   mengenai&lt;br /&gt;akhlak,  tabiat,  suluk,  dan sebagainya. Tidak ada satu hal&lt;br /&gt;pun yang diabaikan (dilalaikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Islam telah menetapkan pengakuan bagi fitrah manusia dan&lt;br /&gt;dorongannya akan seksual, serta ditentangnya tindakan&lt;br /&gt;ekstrim yang condong menganggap hal itu kotor. Oleh karena&lt;br /&gt;itu, Islam melarang bagi orang yang hendak menghilangkan dan&lt;br /&gt;memfungsikannya dengan cara menentang orang yang berkehendak&lt;br /&gt;untuk selamanya menjadi bujang dan meninggalkan sunnah Nabi&lt;br /&gt;saw, yaitu menikah.&lt;br /&gt;Nabi saw. telah menyatakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Aku lebih mengenal Allah daripada kamu dan aku lebih&lt;br /&gt;khusyu, kepada Allah daripada kamu, tetapi aku bangun malam,&lt;br /&gt;tidur, berpuasa, tidak berpuasa dan menikahi wanita. Maka,&lt;br /&gt;barangsiapa yang tidak senang (mengakui) sunnahku, maka dia&lt;br /&gt;bukan termasuk golonganku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Islam telah menerangkan atas hal-hal kedua pasangan&lt;br /&gt;setelah pernikahan, mengenai hubungannya dengan cara&lt;br /&gt;menerima dorongan akan masalah-masalah seksual, bahkan&lt;br /&gt;mengerjakannya dianggap suatu ibadat. Sebagaimana keterangan&lt;br /&gt;Nabi saw.:&lt;br /&gt;"Di kemaluan kamu ada sedekah (pahala)." Para sahabat&lt;br /&gt;bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah ketika kami bersetubuh&lt;br /&gt;dengan istri akan mendapat pahala?" Rasulullah saw.&lt;br /&gt;menjawab, "Ya. Andaikata bersetubuh pada tempat yang&lt;br /&gt;dilarang (diharamkan) itu berdosa. Begitu juga dilakuknn&lt;br /&gt;pada tempat yang halal, pasti mendapat pahala. Kamu hanya&lt;br /&gt;menghitung hal-hal yang buruk saja, akan tetapi tidak&lt;br /&gt;menghitung hal-hal yang baik."&lt;br /&gt;Berdasarkan tabiat dan fitrah, biasanya pihak laki-laki yang&lt;br /&gt;lebih  agresif,  tidak  memiliki  kesabaran dan kurang dapat&lt;br /&gt;menahan diri. Sebaliknya  wanita  itu  bersikap  pemalu  dan&lt;br /&gt;dapat menahan diri.&lt;br /&gt;Karenanya   diharuskan  bagi  wanita  menerima  dan  menaati&lt;br /&gt;panggilan suami. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis:&lt;br /&gt;"Jika si istri dipanggil oleh suaminya  karena  perlu,  maka&lt;br /&gt;supaya  segera  datang,  walaupun  dia  sedang masak." (H.r.&lt;br /&gt;Tirmidzi, dan dikatakan hadis Hasan).&lt;br /&gt;Dianjurkan oleh Nabi saw.  supaya  si  istri  jangan  sampai&lt;br /&gt;menolak   kehendak   suaminya   tanpa   alasan,  yang  dapat&lt;br /&gt;menimbulkan  kemarahan  atau  menyebabkannya  menyimpang  ke&lt;br /&gt;jalan yang tidak baik, atau membuatnya gelisah dan tegang.&lt;br /&gt;Nabi saw. telah bersabda:&lt;br /&gt;"Jika  suami  mengajak  tidur  si  istri  lalu  dia menolak,&lt;br /&gt;kemudian  suaminya  marah  kepadanya,  maka  malaikat   akan&lt;br /&gt;melaknat dia sampai pagi." (H.r. Muttafaq Alaih).&lt;br /&gt;Keadaan  yang  demikian  itu  jika  dilakukan tanpa uzur dan&lt;br /&gt;alasan yang masuk akal, misalnya sakit, letih,  berhalangan,&lt;br /&gt;atau hal-hal yang layak. Bagi suami, supaya menjaga hal itu,&lt;br /&gt;menerima alasan tersebut, dan sadar bahwa Allah swt.  adalah&lt;br /&gt;Tuhan  bagi  hamba-hambaNya  Yang  Maha  Pemberi  Rezeki dan&lt;br /&gt;Hidayat,  dengan  menerima  uzur  hambaNya.  Dan   hendaknya&lt;br /&gt;hambaNya juga menerima uzur tersebut.&lt;br /&gt;Selanjutnya,  Islam  telah  melarang bagi seorang istri yang&lt;br /&gt;berpuasa sunnah tanpa seizin suaminya, karena baginya  lebih&lt;br /&gt;diutamakan  untuk memelihara haknya daripada mendapat pahala&lt;br /&gt;puasa.&lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda:&lt;br /&gt;"Dilarang bagi si istri (puasa  sunnah)  sedangkan  suaminya&lt;br /&gt;ada, kecuali dengan izinnya." (H.r. Muttafaq Alaih).&lt;br /&gt;Disamping  dipeliharanya  hak  kaum  laki-laki (suami) dalam&lt;br /&gt;Islam, tidak lupa hak wanita (istri) juga  harus  dipelihara&lt;br /&gt;dalam  segala  hal.  Nabi  saw.  menyatakan kepada laki-laki&lt;br /&gt;(suami) yang terus-menerus puasa dan bangun malam.&lt;br /&gt;Beliau bersabda:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya bagi  jasadmu  ada  hak  dan  hagi  keluargamu&lt;br /&gt;(istrimu) ada hak."&lt;br /&gt;Abu  Hamid  Al-Ghazali,  ahli fiqih dan tasawuf? dalam kitab&lt;br /&gt;Ihya' mengenai adab bersetubuh, beliau berkata:&lt;br /&gt;"Disunnahkan memulainya dengan membaca Bismillahirrahmaanir-&lt;br /&gt;rahiim dan berdoa, sebagaimana Nabi saw. mengatakan:&lt;br /&gt;"Ya Allah,jauhkanlah aku dan setan dan jauhkanlah setan dari&lt;br /&gt;apa yang Engkau berikan kepadaku'."&lt;br /&gt;Rasulullah  saw.  melanjutkan sabdanya, "Jika mendapat anak,&lt;br /&gt;maka tidak akan diganggu oleh setan."&lt;br /&gt;Al-Ghazali berkata, "Dalam  suasana  ini  (akan  bersetubuh)&lt;br /&gt;hendaknya didahului dengan kata-kata manis, bermesra-mesraan&lt;br /&gt;dan sebagainya; dan  menutup  diri  mereka  dengan  selimut,&lt;br /&gt;jangan  telanjang  menyerupai  binatang.  Sang  suami  harus&lt;br /&gt;memelihara suasana dan  menyesuaikan  diri,  sehingga  kedua&lt;br /&gt;pasangan sama-sama dapat menikmati dan merasa puas."&lt;br /&gt;Berkata  Al-Imam  Abu  Abdullah  Ibnul Qayyim dalam kitabnya&lt;br /&gt;Zaadul Ma'aad Fie Haadii Khainrul  'Ibaad,  mengenai  sunnah&lt;br /&gt;Nabi   saw.   dan   keterangannya   dalam  cara  bersetubuh.&lt;br /&gt;Selanjutnya Ibnul Qayyim berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama dari jimak (bersetubuh) itu ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dipeliharanya nasab (keturunan), sehingga mencapai jumlah&lt;br /&gt;yang ditetapkan menurut takdir Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengeluarkan air yang dapat mengganggu kesehatan badan&lt;br /&gt;jika ditahan terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mencapai maksud dan merasakan kenikmatan, sebagaimana&lt;br /&gt;kelak di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah  lagi  mengenai  manfaatnya,   yaitu:   Menundukkan&lt;br /&gt;pandangan,  menahan  nafsu,  menguatkan  jiwa dan agar tidak&lt;br /&gt;berbuat  serong  bagi  kedua  pasangan.  Nabi   saw.   telah&lt;br /&gt;menyatakan:&lt;br /&gt;"Yang  aku  cintai  di  antara  duniamu  adalah  wanita  dan&lt;br /&gt;wewangian."&lt;br /&gt;Selanjutnya Nabi saw. bersabda:&lt;br /&gt;"Wahai para  pemuda!  Barangsiapa  yang  mampu  melaksanakan&lt;br /&gt;pernikahan,  maka  hendaknya  menikah.  Sesungguhnya hal itu&lt;br /&gt;menundukkan penglihatan dan memelihara kemaluan."&lt;br /&gt;Kemudian   Ibnul   Qayyim   berkata,   "Sebaiknya   sebelum&lt;br /&gt;bersetubuh  hendaknya  diajak bersenda-gurau dan menciumnya,&lt;br /&gt;sebagaimana Rasulullah saw. melakukannya."&lt;br /&gt;Ini semua menunjukkan bahwa para ulama dalam  usaha  mencari&lt;br /&gt;jalan  baik  tidak  bersifat konservatif, bahkan tidak kalah&lt;br /&gt;kemajuannya daripada penemuan-penemuan  atau  pendapat  masa&lt;br /&gt;kini.&lt;br /&gt;Yang  dapat  disimpulkan  di  sini adalah bahwa sesungguhnya&lt;br /&gt;Islam  telah  mengenal  hubungan  seksual   diantara   kedua&lt;br /&gt;pasangan,   suami   istri,   yang  telah  diterangkan  dalam&lt;br /&gt;Al-Qur'anul  Karim   pada   Surat   Al-Baqarah,   yang   ada&lt;br /&gt;hubungannya dengan peraturan keluarga.&lt;br /&gt;Firman Allah swt.:&lt;br /&gt;"Dihalalkan  bagi  kamu  pada  malam  hari  puasa, bercampur&lt;br /&gt;dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah  pakaian  bagimu,&lt;br /&gt;dan  kamu  pun  adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui&lt;br /&gt;bahwasanya kamu tidak dapat  menahan  nafsumu,  karena  itu,&lt;br /&gt;Allah  mengampuni  kamu  dan  memberi  maaf  kepadamu.  Maka&lt;br /&gt;sekarang campurilah  mereka  dan  ikutilah  apa  yang  telah&lt;br /&gt;ditetapkan  Allah  untukmu,  dan makan minumlah kamu, hingga&lt;br /&gt;jelas bagimu benang putih dari benang  hitam,  yaitu  fajar.&lt;br /&gt;Kemudian,  sempurnakanlah  puasa  itu sampai malam, (tetapi)&lt;br /&gt;janganlah kamu campuri mereka itu, sedangkan kamu beriktikaf&lt;br /&gt;dalam  masjid.  Itulah  larangan  Allah, maka janganlah kamu&lt;br /&gt;mendekatinya ..." (Q.s. Al-Baqarah: 187).&lt;br /&gt;Tidak ada kata yang lebih indah, serta lebih benar, mengenai&lt;br /&gt;hubungan  antara suami-istri, kecuali yang telah disebutkan,&lt;br /&gt;yaitu:&lt;br /&gt;"Mereka itu adalah  pakaian  bagimu,  dan  kamu  pun  adalah&lt;br /&gt;pakaian bagi mereka." (Q.s. Al-Baqarah 187).&lt;br /&gt;Pada ayat lain juga diterangkan, yaitu:&lt;br /&gt;"Mereka bertanya kepadamu tentang haid, katakanlah: Haid itu&lt;br /&gt;adalah  suatu  kotoran.  Oleh  sebab  itu,  hendaklah   kamu&lt;br /&gt;menjauhkan  diri  dari  wanita  di waktu haid; dan janganlah&lt;br /&gt;kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.  Apabila  mereka&lt;br /&gt;telah  suci  maka  campurilah  mereka  itu  di  tempat  yang&lt;br /&gt;diperintahkan Allah kepadamu.  Sesungguhnya  Allah  menyukai&lt;br /&gt;orang-orang  yang  bertobat  dan  menyukai  orang-orang yang&lt;br /&gt;menyucikan diri.&lt;br /&gt;Istri-istrimu adalah (seperti) tanah  tempat  kamu  bercocok&lt;br /&gt;tanam,  maka  datangilah  tanah  tempat bercocok tanammu itu&lt;br /&gt;dengan cara bagaimana saja kamu kehendaki.  Dan  kerjakanlah&lt;br /&gt;(amal  yang  baik)  untuk  dirimu,  dan takwalah kamu kepada&lt;br /&gt;Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan  menemuiNya.  Dan&lt;br /&gt;berilah  kabar gembira bagi orang-orang yang beriman." (Q.s.&lt;br /&gt;Al-Baqarah: 222-223).&lt;br /&gt;Maka, semua hadis yang  menafsirkan  bahwa  dijauhinya  yang&lt;br /&gt;disebut  pada ayat di atas, hanya masalah persetubuhan saja.&lt;br /&gt;Selain itu, apa saja yang dapat dilakukan, tidak dilarang.&lt;br /&gt;Pada ayat di atas disebutkan:&lt;br /&gt;"Maka, datangilah tanah tempat bercocok tanammu dengan  cara&lt;br /&gt;bagaimanapun kamu kehendaki." (Q.s. Al-Baqarah: 223).&lt;br /&gt;Tidak  ada suatu perhatian yang melebihi daripada disebutnya&lt;br /&gt;masalah   dan   undang-undang   atau   peraturannya    dalam&lt;br /&gt;Al-Qur'anul  Karim  secara langsung, sebagaimana diterangkan&lt;br /&gt;di atas.&lt;br /&gt;---------------------------------------------------&lt;br /&gt;FATAWA QARDHAWI, Permasalahan, Pemecahan dan Hikmah&lt;br /&gt;Dr. Yusuf Al-Qardhawi&lt;br /&gt;Penerbit Risalah Gusti&lt;br /&gt;Cetakan Kedua, 1996&lt;br /&gt;Jln. Ikan Mungging XIII/1&lt;br /&gt;Telp./Fax. (031) 339440&lt;br /&gt;Surabaya 60177&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-4970425119164815640?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/4970425119164815640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/hubungan-seksual-suami-istri_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/4970425119164815640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/4970425119164815640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/hubungan-seksual-suami-istri_14.html' title='HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-6010416566821808617</id><published>2008-12-14T21:28:00.001+07:00</published><updated>2008-12-14T21:29:43.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mendidik Anak'/><title type='text'>Membolehkan Pacaran?Sebuah Pendekatan Positif</title><content type='html'>1. Silahkan pacaran asal jangan ketahuan Tuhan&lt;br /&gt;Ya, silahkan si remaja pacaran asal tidak ketahuan Tuhan. Mau di dalam gua, di tengah hutan, di puncak gunung yang sepi, di kuburan tengah malam, terserah. Pokoknya tempat yang tidak Tuhan ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Silahkan pacaran asal jangan asyik berdua&lt;br /&gt;Silahkan pacaran saja tapi jangan pernah berduaan. Ajaklah adik, kakak, orang tua, om, tante, kakek, nenek, tetangga, pokoknya rame-rame. Jika cuma ingin berdua, lebih baik di rumah saja bersama mama dan papa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah menguraikan dua syarat ini, mungkin remaja akan mengeluh, "Ye... sama aja bohong."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang. Dua syarat di atas hanyalah taktik. Sebuah pendekatan yang lebih bersahabat. Pesan yang ingin disampaikan juga larangan, tapi disampaikan lebih manis. Si remaja akan tersenyum setelah mendengar nasehat ini. Bandingkan jika belum apa-apa si remaja sudah dilarang, dihakimi, dimarahi. Ia akan memasang jarak dan enggan curhat lagi dengan orang yang melarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pendekatan positif masih terasa asing bagi kita. Sejak kecil kita terbiasa dididik dengan pendekatan negatif:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan nakal! Nanti ditangkap polisi."&lt;br /&gt;"Kalau bandel nggak akan mama kasih uang Jajan."&lt;br /&gt;"Shalat yang bener! Kalau nggak, kamu bisa masuk neraka!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kita bisa menasehati dengan bijak. Memilih kata dan kalimat yang tepat, disampaikan dengan penuh kelembutan.&lt;br /&gt;"Jadi anak manis, ya. Supaya Mama dan Papa tambah sayang sama kamu"&lt;br /&gt;"Ayo yang rajin. Nanti uang jajannya dikasih lebih"&lt;br /&gt;"Shalat ya, Sayang. Biar kita sama-sama masuk surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan positif. Memang masih asing. Tapi jika hasilnya lebih baik, kenapa kita tak mencobanya. Selamat mencoba! (Koko Nata)&lt;br /&gt;Karya : Ustadzcinta_manajemen (tentang-pernikahan.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-6010416566821808617?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/6010416566821808617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/membolehkan-pacaransebuah-pendekatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/6010416566821808617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/6010416566821808617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/membolehkan-pacaransebuah-pendekatan.html' title='Membolehkan Pacaran?Sebuah Pendekatan Positif'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-1309035022404439076</id><published>2008-12-14T21:18:00.001+07:00</published><updated>2008-12-14T21:22:44.258+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mendidik Anak'/><title type='text'>30 Kiat Mendidik Anak</title><content type='html'>Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak, maka selayaknya dia mendapatkan perhatian serius dan pengawasan yang cukup. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal-hal yang baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika ia dibiasakan dengan hal-hal buruk, maka ia akan tumbuh dengan keburukan itu. Maka orang tua dan pedidiknya juga ikut memikul dosa karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya. Di antara adab-adab dan kiat dalam mendidik anak adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan sebelum yang lainnya (yang lebih tua, red). Kemudian cegahlah ia dari memandangi makanan dan orang yang sedang makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan. Hendaknya mengunyahnya dengan baik dan jangan memasukkan makanan ke dalam mulut sebelum habis yang di mulut. Suruh ia agar berhati-hati dan jangan sampai mengotori pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan (harus pakai lauk ikan, daging dan lain-lain) supaya tidak menimbulkan kesan bahwa makan harus dengannya. Juga diajari agar tidak terlalu banyak makan dan memberi pujian kepada anak yang demikian. Hal ini untuk mencegah dari kebiasaan buruk, yaitu hanya mementingkan perut saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ditanamkan kepadanya agar mendahulukan orang lain (orang yang lebih tua,red) dalam hal makanan dan dilatih dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu cinta dengan yang enak-enak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sangat disukai jika ia memakai pakaian berwarna putih, bukan warna-warni dan bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu hanya untuk kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika ada anak laki-laki lain memakai sutera, maka hendaknya mengingkarinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Selayaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa bermegah-megahan dan bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka bisa jadi ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. Pergaulan yang jelek akan berpengaruh bagi anak. Bisa jadi setelah dewasa ia memiliki akhlak buruk, seperti: Suka berdusta, mengadu domba, keras kepala, merasa hebat dan lain-lain, sebagai akibat pergaulan yang salah di masa kecilnya. Yang demikian ini, dapat dicegah dengan memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur’an dan buku-buku, terutama di perpustakaan. Membaca al Qur’an dengan tafsirnya, hadits-hadits Nabi dan juga pelajaran fikih dan lain-lain. Dia juga harus dibiasakan menghafal nasihat-nasihat yang baik, sejarah orang-orang shalih dan kaum zuhud, mengasah jiwanya agar senantiasa mencintai dan meneladani mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dia harus dijauhkan dari syair-syair cinta gombal dan hanya sekedar menuruti hawa nafsu, karena hal ini dapat merusak hati dan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Biasakan ia untuk menulis indah (khath) dan mengahafal syair-syair tentang kezuhudan dan akhlak mulia. Itu semua menunjukkan kesempurnaan sifat dan merupakan hiasan yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan segan-segan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagia-kannya. Jika suatu kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan disebar-kan di hadapan orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang dilakukannya tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika ia mengulangi perbuatan buruk itu, maka hendaknya dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Katakan kepadanya jika terus melakukan itu, maka orang-orang akan membenci dan meremehkannya. Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi, sebab yang demikian akan menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh lagi dengan kemarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam berkomunikasi dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau bicara kasar, kecuali pada saat tertentu. Sedangkan seorang ibu hendaknya menciptakan perasaan hormat dan segan terhadap ayah dan memperingatkan anak-anak bahwa jika berbuat buruk maka akan mendapat ancaman dan kemarahan dari ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hendaknya dicegah dari tidur di siang hari karena menyebabkan rasa malas (kecuali benar-benar perlu). Sebaliknya, di malam hari jika sudah ingin tidur, maka biarkan ia tidur (jangan paksakan dengan aktivitas tertentu, red) sebab dapat menimbulkan kebosanan dan melemahnya kondisi badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam kenikmatan. Ini dapat mengakibatkan sendi-sendi menjadi kaku karena terlalu lama tidur dan kurang gerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, sebab ketika ia melakukannya, tidak lain karena adanya keyakinan bahwa itu tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Biasakan agar anak melakukan olah raga atau gerak badan di waktu pagi agar tidak timbul rasa malas. Jika memiliki ketrampilan memanah (atau menembak, red), menunggang kuda, berenang, maka tidak mengapa menyi-bukkan diri dengan kegiatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan bertolak (berkacak) pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Melarangnya dari membanggakan apa yang dimiliki orang tuanya, pakaian atau makanannya di hadapan teman sepermainan. Biasakan ia bersikap tawadhu’, lemah lembut dan menghormati temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tumbuhkan pada anak (terutama laki-laki) agar tidak terlalu mencintai emas dan perak serta tamak terhadap keduanya. Tanamkan rasa takut akan bahaya mencintai emas dan perak secara berlebihan, melebihi rasa takut terhadap ular atau kalajengking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik temannya, baik dari keluarga terpandang (kaya), sebab itu merupakan cela, kehinaan dan menurunkan wibawa, maupun dari yang fakir, sebab itu adalah sikap tamak atau rakus. Sebaliknya, ajarkan ia untuk memberi karena itu adalah perbuatan mulia dan terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tengah majlis atau tempat umum, membuang ingus ketika ada orang lain, membelakangi sesama muslim dan banyak menguap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ajari ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut atau dengan menegakkan kaki kanan dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan memeluk kedua punggung kaki dengan posisi kedua lutut tegak. Demikian cara-cara duduk yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mencegahnya dari banyak berbicara, kecuali yang bermanfaat atau dzikir kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Cegahlah anak dari banyak bersumpah, baik sumpahnya benar atau dusta agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dia juga harus dicegah dari perkataan keji dan sia-sia seperti melaknat atau mencaci maki. Juga dicegah dari bergaul dengan orang-orang yang suka melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Anjurkanlah ia untuk memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit. Pujilah ia jika bersikap demikian, sebab pujian akan mendorongnya untuk membiasakan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan atau refreshing, setelah selesai belajar, membaca di perpustakaan atau melakukan kegiatan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anak telah mencapai usia tujuh tahun maka harus diperintahkan untuk shalat dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan bersuci (wudhu) sebelumnya. Cegahlah ia dari berdusta dan berkhianat. Dan jika telah baligh, maka bebankan kepadanya perintah-perintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Biasakan anak-anak untuk bersikap taat kepada orang tua, guru, pengajar (ustadz) dan secara umum kepada yang usianya lebih tua. Ajarkan agar memandang mereka dengan penuh hormat. Dan sebisa mungkin dicegah dari bermain-main di sisi mereka (mengganggu mereka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian adab-adab yang berkaitan dengan pendidikan anak di masa tamyiz hingga masa-masa menjelang baligh. Uraian di atas adalah ditujukan bagi pendidikan anak laki-laki. Walau demikian, banyak di antara beberapa hal di atas, yang juga dapat diterapkan bagi pendidikan anak perempuan. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mathwiyat Darul Qasim “tsalasun wasilah li ta’dib al abna’’” asy Syaikh Muhammad bin shalih al Utsaimin rahimahullah . &lt;br /&gt;Sumber : www.kajianislam.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-1309035022404439076?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/1309035022404439076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/30-kiat-mendidik-anak_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/1309035022404439076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/1309035022404439076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/30-kiat-mendidik-anak_14.html' title='30 Kiat Mendidik Anak'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-6238420906443109974</id><published>2008-12-14T21:14:00.000+07:00</published><updated>2008-12-14T21:15:47.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami - Istri'/><title type='text'>Betapa Indahnya Berumah Tangga</title><content type='html'>Ketika melihat pasangan yang baru menikah, saya suka tersenyum. Bukan apa-apa, saya hanya ikut merasakan kebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka. Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuh makna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah. Seorang sahabat yang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah senyumnya selalu saja mengembang. Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia berujar "Menikahlah! Nanti juga tahu sendiri". Aih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah adalah sunnah terbaik dari sunnah yang baik itu yang saya baca dalam sebuah buku pernikahan. Jadi ketika seseorang menikah, sungguh ia telah menjalankan sebuah sunnah yang di sukai Nabi. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa Allah hanya menyebut nabi-nabi yang menikah dalam kitab-Nya. Hal ini menunjukkan betapa Allah menunjukkan keutamaan pernikahan. Dalam firmannya, "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan rasa kasih sayang diantaramu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kalian yang berfikir." (QS. Ar-Rum: 21).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika melihat pasangan yang baru menikah, saya suka tersenyum. Bukan apa-apa, saya hanya ikut merasakan kebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka. Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuh makna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah. Seorang sahabat yang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah senyumnya selalu saja mengembang. Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia berujar "Menikahlah! Nanti juga tahu sendiri". Aih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah adalah sunnah terbaik dari sunnah yang baik itu yang saya baca dalam sebuah buku pernikahan. Jadi ketika seseorang menikah, sungguh ia telah menjalankan sebuah sunnah yang di sukai Nabi. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa Allah hanya menyebut nabi-nabi yang menikah dalam kitab-Nya. Hal ini menunjukkan betapa Allah menunjukkan keutamaan pernikahan. Dalam firmannya, "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan rasa kasih sayang diantaramu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kalian yang berfikir." (QS. Ar-Rum: 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu Subhanallah indah, kata Almarhum ayah saya dan hanya bisa dirasakan oleh yang sudah menjalaninya. Ketika sudah menikah, semuanya menjadi begitu jelas, alur ibadah suami dan istri. Beliau mengibaratkan ketika seseorang baru menikah dunia menjadi terang benderang, saat itu kicauan burung terdengar begitu merdu. Sepoi angin dimaknai begitu dalam, makanan yang terhidang selalu saja disantap lezat. Mendung di langit bukan masalah besar. Seolah dunia milik mereka saja, mengapa? karena semuanya dinikmati berdua. Hidup seperti seolah baru dimulai, sejarah keluarga baru saja disusun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang tambahnya, semua itu lambat laun menguap ke angkasa membumbung atau raib ditelan dalamnya bumi. Entahlah saat itu cinta mereka berpendar ke mana. Seiring detik yang berloncatan, seolah cinta mereka juga. Banyak dari pasangan yang akhirnya tidak sampai ke tujuan, tak terhitung pasangan yang terburai kehilangan pegangan, selanjutnya perahu mereka karam sebelum sempat berlabuh di tepian. Bercerai, sebuah amalan yang diperbolehkan tapi sangat dibenci Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah menjalinkan perasaan cinta diantara suami istri, sungguh itu adalah anugerah bertubi yang harus disyukuri. Karena cinta istri kepada suami berbuah ketaatan untuk selalu menjaga kehormatan diri dan keluarga. Dan cinta suami kepada istri menetaskan keinginan melindungi dan membimbingnya sepenuh hati. Lanjutnya kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat, saat itu seorang istri memarahi suaminya habis-habisan, saya yang berada di sana merasa iba melihat sang suami yang terdiam. Padahal ia baru saja pulang kantor, peluh masih membasah, kesegaran pada saat pergi sama sekali tidak nampak, kelelahan begitu lekat di wajah. Hanya karena masalah kecil, emosi istri meledak begitu hebat. Saya kira akan terjadi "perang" hingga bermaksud mengajak anak-anak main di belakang. Tapi ternyata di luar dugaan, suami malah mendaratkan sun sayang penuh mesra di kening sang istri. Istrinya yang sedang berapi-api pun padam, senyum malu-malunya mengembang kemudian dan merdusuaranya bertutur "Maafkan Mama ya Pa..". Gegas ia raih tangan suami dan mendekatkannya juga ke kening, rutinitasnya setiap kali suaminya datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh setelah kejadian itu, saya bertanya pada sang suami kenapa ia berbuat demikian. "Saya mencintainya, karena ia istri yang dianugerahkan Allah, karena ia ibu dari anak-anak. Yah karena saya mencintainya" demikian jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Qayyim Al-Jauziah seorang ulama besar, menyebutkan bahwa cinta mempunyai tanda-tanda. Pertama, ketika mereka saling mencintai maka sekali saja mereka tidak akan pernah saling mengkhianati, Mereka akan saling setia senantiasa, memberikan semua komitmen mereka.&lt;br /&gt;Kedua, ketika seseorang mencintai, maka dia akan mengutamakan yang dicintainya, seorang istri akan mengutamakan suami dalam keluarga, dan seorang suami tentu saja akan mengutamakan istri dalam hal perlindungan dan nafkahnya. Mereka akan sama-sama saling mengutamakan, tidak ada yang merasa superior.&lt;br /&gt;Ketiga, ketika mereka saling mencintai maka sedetikpun mereka tidak akan mau berpisah, lubuk hatinya selalu saling terpaut. Meskipun secara fisik berjauhan, hati mereka seolah selalu tersambung. Ada do'a istrinya agar suami selamat dalam perjalanan dan memperoleh sukses dalam pekerjaan. Ada tengadah jemari istri kepada Allahi supaya suami selalu dalam perlindunganNya, tidak tergelincir. Juga ada ingatan suami yang sedang membanting tulang meraup nafkah halal kepada istri tercinta, sedang apakah gerangan Istrinya, lebih semangatlah ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, ketika segala sesuatunya berjalan begitu rumit dalam sebuah rumah tangga, saat-saat cinta tidak lagi menggunung dan menghilang seiring persoalan yang datang silih berganti. Perkenankan saya mengingatkan lagi sebuah hadist nabi. Ada baiknya para istri dan suami menyelami bulir-bulir nasehat berharga dari Nabi Muhammad. Salah satu wasiat Rasulullah yang diucapkannya pada saat-saat terakhir kehidupannya dalam peristiwa haji wada':&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa -diantara para suami- bersabar atas perilaku buruk dari istrinya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Ayyub atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barang siapa -diantara para istri- bersabar atas perilaku buruk suaminya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Asiah, istri fir'aun" (HR Nasa-iy dan Ibnu Majah ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada saudaraku yang baru saja menggenapkan setengah dien, Tak ada salahnya juga untuk saudaraku yang sudah lama mencicipi asam garamnya pernikahan, Patrikan firman Allah dalam ingatan : "...Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami) dan kalian adalah pakaian bagi mereka..." (QS. Al-Baqarah:187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Torehkan hadist ini dalam benak : "Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya rengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi' dari Abu Sa'id Alkhudzri r.a)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada sahabat yang baru saja membingkai sebuah keluarga, Kepada para pasutri yang usia rumah tangganya tidak lagi seumur jagung, Ingatlah ketika suami mengharapkan istri berperilaku seperti Khadijah istri Nabi, maka suami juga harus meniru perlakukan Nabi Muhammad kepada para Istrinya. Begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang paling mempesona adalah istri yang shalehah, istri yang ketika suami memandangnya pasti menyejukkan mata, ketika suaminya menuntunnya kepada kebaikan maka dengan sepenuh hati dia akan mentaatinya, jua tatkala suami pergi maka dia akan amanah menjaga harta dan kehormatannya. Istri yang tidak silau dengan gemerlap dunia melainkan istri yang selalu bergegas merengkuh setiap kemilau ridha suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang berpredikat lelaki terbaik adalah suami yang memuliakan istrinya. Suami yang selalu dan selalu mengukirkan senyuman di wajah istrinya. Suami yang menjadi qawwam istrinya. Suami yang begitu tangguh mencarikan nafkah halal untuk keluarga. Suami yang tak lelah berlemah lembut mengingatkan kesalahan istrinya. Suami yang menjadi seorang nahkoda kapal keluarga, mengarungi samudera agar selamat menuju tepian hakiki "Surga". Dia memegang teguh firman Allah, "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirya, semuanya mudah-mudah tetap berjalan dengan semestinya. Semua berlaku sama seperti permulaan. Tidak kurang, tidak juga berlebihan.Meski riak-riak gelombang mengombang-ambing perahu yang sedang dikayuh, atau karang begitu gigih berdiri menghalangi biduk untuk sampai ketepian. Karakter suami istri demikian, Insya Allah dapat melaluinya dengan hasil baik. Sehingga setiap butir hari yang bergulir akan tetap indah, fajar di ufuk selalu saja tampak merekah. Keduanya menghiasi masa dengan kesyukuran, keduanya berbahtera dengan bekal cinta. Sama seperti syair yang digaungkan Gibran,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan&lt;br /&gt;Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan&lt;br /&gt;Istirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cinta&lt;br /&gt;Pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada&lt;br /&gt;Kemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubari&lt;br /&gt;Dan sebuah nyanyian kesyukuran tersungging di bibir senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu menghimpunkan kalian (yang saling mencintai karena Allah dalam ikatan halal pernikahan) dalam kebaikan. Mudah-mudahan Allah yang maha lembut melimpahkan kepada kalian bening saripati cinta, cinta yang menghangati nafas keluarga, cinta yang menyelamatkan. Semoga Allah memampukan kalian membingkai keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah mematrikan helai keikhlasan di setiap gerak dalam keluarga. Jua Allah yang maha menetapkan, mengekalkan ikatan pernikahan tidak hanya di dunia yang serba fana tapi sampai ke sana, the real world "Akhirat". Mudah-mudahan kalian selamat mendayung sampai ketepian.&lt;br /&gt;Allahumma Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallahu, untuk para pengantin muda. Mudah-mudahan saya mampu mengikuti tapak kalian yang begitu berani mengambil sebuah keputusan besar, yang begitu nyata menandakan ketaqwaan kepada Allah serta ketaatan kepada sunnah Rasul Pilihan. Mudah-mudahan jika giliran saya tiba, tak perlu lagi saya bertanya mengapa teman saya menjadi begitu murah senyum. Karena mungkin saya sudah mampu menemukan jawabannya sendiri.&lt;br /&gt;Karya : Bayu Gautama&lt;br /&gt;Sumber : www.eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-6238420906443109974?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/6238420906443109974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/betapa-indahnya-berumah-tangga_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/6238420906443109974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/6238420906443109974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/betapa-indahnya-berumah-tangga_14.html' title='Betapa Indahnya Berumah Tangga'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-8747722424158686852</id><published>2008-12-14T21:07:00.000+07:00</published><updated>2008-12-14T21:08:35.738+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Istri'/><title type='text'>13 Sifat Perempuan Yang Tidak Disukai Laki-Laki</title><content type='html'>Oleh: Ulis Tofa, Lc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta laki-laki dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan.&lt;br /&gt;Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak disukai laki-laki:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertama, perempuan yang kelaki-lakian, “mustarjalah” &lt;br /&gt;Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.&lt;br /&gt;Kedua, perempuan yang tidak bisa menahan lisannya “Tsartsarah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi “neraka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, perempuan materialistis “Maaddiyah”&lt;br /&gt;Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, perempuan pemalas “muhmalah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, perempuan bodoh “ghobiyyah”&lt;br /&gt;Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, perempuan pembohong “kadzibah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, perempuan yang mengaku serba hebat “mutabahiyah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya&lt;br /&gt;Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan, perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.&lt;br /&gt;Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh, perempuan murahan “mubtadzilah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesebelas, perempuan yang perasa “syadidah hasasiyyah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduabelas, perempuan pencemburu yang berlebihan “ghayyur gira zaidah”&lt;br /&gt;Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Ketigabelas, model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Laki-Laki Memilih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil survai di Eropa itu, dikomparasikan dengan pendapat banyak kalangan dari para pemuda, para suami seputar hasil survai itu, maka bisa kita lihat pendapatnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;Sebut saja namanya Muhammad Yunus (36) tahun, menikah semenjak sebelas tahun, ia berkomentar:&lt;br /&gt;“Saya sepakat dengan hasil survai itu. Terutama sifat “banyak omong dan malas”. Tidak ada sifat yang lebih jelek dari perilaku mengumbar omongan, tidak bisa menahan lisan, siang-malam dalam setiap perbincangan, baik berbincangan serius atau canda, menjadikan suaminya dalam kondisi sempit, dan marah, apalagi suaminya telah menjalankan pekerjaan berat di luar, di mana ia membutuhkan ketenangan dan kejernihan pikiran di rumah.&lt;br /&gt;Saya baru mengetahui dari rekan saya yang memiliki istri model ini, tidak bisa menahan lisannya di setiap pembicaraan, setiap waktu dan dengan semua orang. Suaminya telah menasehatinya berulang kali, agar bisa menahan omongan, namun ia tidak menggubris nasehatnya sehingga berakhir dengan perceraian.&lt;br /&gt;Pada umumnya model istri yang banyak omong, itu lebih pemalas di rumahnya. Bagaimana ia menggunakan waktu yang cukup untuk mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, sedangkan ia sibuk ngobrol dengan para tetangga dan teman?!.&lt;br /&gt;Jamil Abdul Hadi, sebut saja namanya begitu, insinyur berumur 34 tahun, menikah semenjak 9 tahun, ia berkomentar:&lt;br /&gt;“Tidak ada yang lebih buruk dari model perempuan yang materialistis, selalu menuntut setiap saat, meskipun suaminya menuruti permintaannya, ia terus meminta dan menuntut!!&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini, sayangnya tidak mudah menerima perubahan menuju lebih baik, tidak gampang menyesuaikan diri dalam kehidupan apa adanya. Boleh jadi kondisi demikian berangkat dari asuhan semenjak kecilnya. Saya tidak diuji Allah dengan model perempuan seperti ini, namun justru saya diuji dengan istri perasa dan cengeng.&lt;br /&gt;Dengan tertawa Mahmud as Sayyid menerima hasil survai ini, ia berkomentar:&lt;br /&gt;“Demi Allah, sungguh menarik ada lembaga atau Pusat Study yang menggelar survai dengan pembahasan seputar ini. Survai ini meskipun memiki cara pandang dan penilaian yang berbeda-beda, namun terungkap bahwa cara pandang itu satu sama lain tidak saling bertentangan…”&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Mahmud, sebut saja begitu. Belum menikah, mahasiswa di universitas. Ia berujar tentang mimpinya, yaitu istri yang akan mendampinginya, ia mengharap:&lt;br /&gt;“Pasti saya menginginkan tidak mendapatkan istri yang memiliki tipe sebagaimana hasil survai di atas. Tetapi mengingat tidak ada istri yang “sempurna”, karena itu saya masih mungkin menerima tipe perempuan di atas kecuali tipe perempuan pembohong. Istri pembohong akan lebih mudah mengkhianati, tidak menghormati hubungan suami-istri, tidak memelihara amanah, tidak bisa dipercaya. Setiap orang pada umumnya tidak menyenangi sifat bohong, baik laki-laki maupun perempuan itu sendiri. Karena akan berdampak negative pada anak-anaknya, karena anak-anak akan meniru dirinya!!.&lt;br /&gt;Ketika ia ditanya tentang tipe perempuan “kelaki-lakian”. Perempuan yang menyerupai laki-laki dalam segala hal dan menyanginya dalam segala hal. Ia berkomentar:&lt;br /&gt;“Tidak masalah berhubungan dengan istri tipe seperti ini, selagi sifat “kelaki-lakian” tidak mengalahkan dan mengibiri sifat aslinya. Selagi ia masih mengemban kerja dan tugas yang sesuai dengan tabiat perempuan, seperti nikah, mengandung, menyusui dan lainnya.”&lt;br /&gt;“Perempuan “kuat” menurut saya akan mengetahui bagaimana ia mengurus kebutuhan dirinya, mengarahkan dan mengatur keluarga dan anak-anaknya. Akan tetapi segala sesuatu ada batasnya yang tidak boleh diterjangnya. Sebagaimana seorang perempuan tidak suka terhadap laki-laki yang “banci”, seperti berbicara dan berperilaku layaknya perempuan. Sebagaimana juga laki-laki tidak suka terhadap perempuan yang mengedepankan sifat kelaki-lakian… segala sesuatu ada batas ma’kulnya. Jika melampaui batas sewajarnya, yang terjadi adalah dampak negatif.&lt;br /&gt;Tidak ada seorang istri yang “sempurna”. Dan memang ada berbedaan cara penilaian dan cara pandang antara laki-laki satu dengan laki-laki lain. Namun ada kaidah umum yang disepakati oleh samua. Yaitu menolak sikap bohong, penipu, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.”&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini menambah informasi dan pengalaman buat para istri dan calon istri. Dan tentunya bermanfaat bagi laki-laki, sehingga para suami mampu bermuasyarah atau berhubungan dengan istri-istrinya dengan cara makruf, sebagaimana yang digariskan dalam Al qur’an. Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” Al Nisa’:19&lt;br /&gt;Dan karena perempuan “syaqaiqur rijal” saudara kembar laki-laki, yang seharusnya saling mengisi dan menyempurnakan, untuk membangun “baiti jannati” sehingga keduanya mampu bersinergi untuk mewujudkan citanya itu dalam pengembaraan kehidupan ini. Allahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-8747722424158686852?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/8747722424158686852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/13-sifat-perempuan-yang-tidak-disukai_14.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/8747722424158686852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/8747722424158686852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/13-sifat-perempuan-yang-tidak-disukai_14.html' title='13 Sifat Perempuan Yang Tidak Disukai Laki-Laki'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-7927844607568857730</id><published>2008-12-14T21:01:00.000+07:00</published><updated>2008-12-14T21:03:57.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Suami'/><title type='text'>13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan</title><content type='html'>Oleh: DR. Amir Faishol Fath&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertama, Tidak Punya Visi&lt;br /&gt;Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.&lt;br /&gt;Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: “Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Kasar&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri.&lt;br /&gt;Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Sombong&lt;br /&gt;Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka.” Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.&lt;br /&gt;Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Tertutup&lt;br /&gt;Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan.&lt;br /&gt;Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Plinplan&lt;br /&gt;Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Pembohong&lt;br /&gt;Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.&lt;br /&gt;Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, Cengeng&lt;br /&gt;Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.&lt;br /&gt;Suami yang cengeng cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, Pengecut&lt;br /&gt;Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut.&lt;br /&gt;Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan, Pemalas&lt;br /&gt;Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal , kata kasal artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh, Cuek Pada Anak&lt;br /&gt;Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.&lt;br /&gt;Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesebelas, Menang Sendiri&lt;br /&gt;Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduabelas, Jarang Komunikasi&lt;br /&gt;Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.&lt;br /&gt;Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum&lt;br /&gt;Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwatuna.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-7927844607568857730?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/7927844607568857730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/13-sifat-laki-laki-yang-tidak-disukai_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/7927844607568857730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/7927844607568857730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/13-sifat-laki-laki-yang-tidak-disukai_14.html' title='13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-4254311048540515307</id><published>2008-12-14T20:42:00.001+07:00</published><updated>2008-12-14T21:10:02.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><title type='text'>Fadhilah Menikah</title><content type='html'>1. Menikah merupakan sunnah yang diagungkan oleh Allah. Al-Qur’an menyebut pernikahan sebagai mitsaqan-ghalizha (perjanjian yang sangat berat). Mitsaqan-ghalizha adalah nama dari perjanjian yang paling kuat di hadapan Allah. Hanya tiga kali Al-Qur’an menyebut mitsaqan-ghalizha. Dua perjanjian berkenaan dengan tauhid, sedang yang lain adalah perjanjian Allah dengan para Nabi ulul-azmi, Nabi yang paling utama diantara para Nabi. Dan pernikahan oleh Allah termasuk yang digolongkan sebagai mitsaqan-ghalizha. Allah menjadi saksi ketika seseorang melakukan akad nikah&lt;br /&gt;.2. Setiap jalan menuju mitsaqan-ghalizha dimuliakan oleh Allah. Islam memberikan penghormatan yang suci kepada niat dan ikhtiar untuk menikah.&lt;br /&gt;3. Menikah adalah masalah kehormatan agama, bukan sekedar legalisasi penyaluran hubungan biologis dengan lawan jenis. Menikah merupakan amanah Allah dan sangat tinggi derajatnya.&lt;br /&gt;4. Menikah berarti menyempurnakan setengah Ad-dien, bahkan jika masih remaja berarti menyempurnakan 2/3 Ad-dien.&lt;br /&gt;5. Islam memperbolehkan kaum wanita untuk menawarkan dirinya kepada laki-laki yang berbudi luhur, yang ia yakini kekuatan agamanya dan kejujuran amanahnya menjadi suaminya. Sikap ini lebih dekat kepada ridha Allah dan untuk mendapatkan pahala-Nya.&lt;br /&gt;6. Pernikahan mendekatkan kepada keselamatan akhirat.&lt;br /&gt;7. Pernikahan bisa kurang barakahnya jika anda mempersulit proses. Suami tidak mudah mencapai akad nikah bukan karena halangan yang bersifat prinsip.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;8. Jika anda menyegerakan nikah insya Allah keluarga anda akan penuh barakah. Tetapi jika anda tergesa-gesa, kekecewaan lebih mudah anda dapatkan daripada kebahagiaan.&lt;br /&gt;9. Pernikahan yang barakah insya Allah banyak melahirkan keutamaan, termasuk tumbuhnya sunnah-hasanah (kebiasaan baru yang baik).&lt;br /&gt;10. Saat ini pernikahan tidak lagi semata-mata merupakan bentuk kepatuhan terhadap ketentuan agama, tetapi sudah merembet jauh menjadi persoalan status sosial, prestise, dan bahkan menyentuh aspek karier. Adat istiadat yang rumit pada sebagian masyarakat juga turut berperan menyebabkan sulitnya menyegerakan nikah meskipun peminangan telah dilakukan. Diantaranya adalah larangan untuk menikah apabila ada saudara yang lebih tua belum menemukan jodohnya. Pada sebagian masyarakat ada jalan keluarnya yaitu berupa pemberian hak kepada yang dilangkahi untuk meminta ganti rugi sesuai yang dikehendakinya. Namun acapkali ini pun mempersulit proses pernikahan karena beratnya “kewajiban” yang harus dipenuhi.&lt;br /&gt;11. Rasulullah saw bersabda: ”Hai Ali, tiga perkara yang hendaknya jangan ditunda-tunda: shalat apabila telah datang waktunya, jenazah manakala sudah siap penguburannya, dan perempuan (gadis maupun janda) apabila telah datang pinangan laki-laki yang sepadan dengannya.” (HR. Ahmad) . Berpijak pada Hadits ini, hendaknya jarak antara peminangan dan pelaksanaan akad nikah tidak terlalu jauh. Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati.&lt;br /&gt;12. Melalui pernikahan, Allah memberikan banyak keindahan dan kemuliaan. Seorang wali tidak boleh menunda-nunda pernikahan perempuan yang berada di bawah perwaliannya meskipun ia baru saja menikahkan perempuan lain yang juga berada di bawah perwaliannya. Tegasnya, tidak ada alasan baginya untuk menolak menikahkan anak perempuannya jika jodoh yang sepadan memang telah datang.&lt;br /&gt;13. Nasihat dari Syekh Abdullah Nashih Ulwan: “Tetapi pada keadaan tertentu, ada seorang wali yang melarang pernikahan anak perempuannya dan mendiamkan calon suaminya dengan pendiaman yang membingungkan tanpa kejelasan sebab yang dibolehkan syariat di dalam larangannya. Dalam keadaan seperti ini, seorang perempuan boleh mengangkat perkaranya kepada seorang qadhi (hakim). Jika qadhi menilai sebab yang diajukan untuk melarang pernikahan itu tidak masuk akal, dia dapat memerintahkan pernikahannya. Jika sang wali tetap enggan menikahkan, qadhilah yang menikahkan dia dengan orang yang telah meminangnya dan tidak mempedulikan wali nasab pada saat itu.”&lt;br /&gt;14. Sabda Rasulullah saw: “Jika mereka saling berdebat, sulthan (penguasa muslim) adalah wali bagi orang yang tidak mempunyai wali.”&lt;br /&gt;15. Begitu pentingnya pernikahan, sampai-sampai Allah berjanji akan mencukupi dari keutamaan rezeki-Nya apabila orang yang dinikahkan itu fakir. Allah berfirman: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki maupun hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya (yughnikumullah min fadhlihi). Dan Allah maha luas (pemberian-Nya) lagi maha mengetahui.” (An-Nuur: 32)&lt;br /&gt;16. Peringatan Rasulullah: “Bukan termasuk golonganku orang-orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah.” (HR. Thabrani). Lalu, jika bukan golongan Rasulullah, termasuk golongan siapakah kita?&lt;br /&gt;17. Dari Anas r.a, Rasulullah al-ma’shum bersabda: “Barangsiapa mempunyai anak perempuan yang telah mencapai usia dua belas tahun, lalu ia tidak segera mengawinkannya, kemudian anak perempuannya tersebut melakukan suatu perbuatan dosa, maka dosanya ditanggung oleh dia (ayahnya).” (HR. Baihaqi). Insya Allah jika kita perhatikan, perbuatan dosa-dosa itu adalah yang berkaitan dengan dorongan-dorongan gharizah (naluri) untuk bersahabat dengan lawan jenis. Sedang saat ini, yang diharapkan adalah kepekaan ayah untuk cepat tanggap terhadap apa yang dirasakan oleh anak gadisnya.&lt;br /&gt;18. Dalam sebuah hadits yang sangat terkenal, Rasulullah bersabda, “Jika datang kepada kalian (wahai calon mertua) orang yang kalian sukai (ketaatan) agamanya dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia (dengan putrimu). Sebab jika kamu sekalian tidak melakukannya, akan lahir fitnah (bencana) dan akan berkembang kehancuran yang besar di muka bumi.”&lt;br /&gt;19. Rasulullah Muhammad saw pernah mengingatkan, “Orang meninggal diantara kalian yang berada dalam kehinaan adalah bujangan.”&lt;br /&gt;20. Rasulullah saw. juga mengingatkan bahwa, “Sebagian besar penghuni neraka adalah orang-orang bujangan.” Mudah-mudahan Allah menolong kita dan tidak mematikan kita dalam keadaan masih membujang atau duda.&lt;br /&gt;21. Jika tidak ada hal yang merintangi, mempercepatnya adalah lebih baik bagi keluarga wanita! Mempercepat proses pernikahan termasuk salah satu kebaikan dan lebih dekat dengan kemaslahatan, barakah dan ridha Allah. Insya Allah pertolongan Allah sangat dekat.&lt;br /&gt;22. Allah akan melimpahkan ridha-Nya kepada orang yang menyegerakan nikah. Mereka yang menyegerakan nikah atau membantu orang untuk menyegerakan nikah, insya Allah akan mendapat rahmat dan perlindungan Allah kelak di yaumil-akhir.&lt;br /&gt;23. Sederhana dalam proses dan sederhana dalam pelaksanaan merupakan jalan besar menuju keluarga yang barakah, sakinah, mawaddah wa rahmah.&lt;br /&gt;24. Mempersulit proses pernikahan dapat membuka pintu-pintu madharat. Mempersulit proses pernikahan melapangkan jalan fitnah dan mafsadah (kerusakan) masyarakat.&lt;br /&gt;25. Dorongan menikah (kebutuhan terhadap seks) merupakan fitrah dan naluri kemanusiaan, seperti misalnya perasaan cinta untuk memiliki dan naluri akan kebutuhan terhadap makan dan minum. Jika seseorang fasik dan pendosa, maka ia akan memuaskan dorongan seksualnya dengan melakukan perbuatan zina tanpa mempedulikan akibat, petaka dan bahaya yang akan menimpanya. Sedangkan bagi orang yang bertakwa dan menjaga kehormatan farjinya, hal ini merupakan siksaan yang berat.&lt;br /&gt;26. Dorongan alamiah untuk mempunyai teman hidup yang khusus ini telah menyita konsentrasi. Daya serap terhadap ilmu tidak tajam. Apalagi untuk shalat, sulit merasakan kekhusyukan. Barangkali itulah sebabnya Rasulullah Muhammad saw menyatakan, “Shalat dua rakaat yang didirikan oleh orang yang menikah lebih baik dari shalat malam dan berpuasa pada siang harinya yang dilakukan oleh seorang lelaki bujangan.”&lt;br /&gt;27. Dalam pandangan Islam, pernikahan merupakan satu bentuk ibadah kedekatan kepada Allah. Dengan pernikahan, kaum beriman akan mendapatkan pahala dan balasan jika niatnya ikhlas, keinginannya benar, dan maksudnya dengan pernikahan untuk menjaga dirinya dari perbuatan haram serta tidak dilandasi dengan dorongan nafsu kebinatangan.&lt;br /&gt;28. Allah menjadikan pernikahan untuk tujuan pemenuhan dorongan instink dan syahwat seksual. Kalau bukan karena syahwat yang menggelora di dalam diri setiap laki-laki dan perempuan, maka siapa pun tidak akan pernah berpikir untuk menikah!&lt;br /&gt;29. Pernikahan adalah jalan untuk membangun keluarga muslim yang terhormat, dan menyemarakkan dunia dengan keturunan dan anak-anak yang saleh.&lt;br /&gt;30. Dengan menikah, berhubungan intim akan mendapat pahala shalat Dhuha. Kalau anda meremas-remas jemari isteri dengan remasan sayang, dosa-dosa anda berdua berguguran. Kalau anda menyenangkan isteri sehingga hatinya bahagia dan diliputi suka cita, anda hampir-hampir mendapatkan ganjaran yang sama dengan menangis karena takut kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber istiqom4h.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-4254311048540515307?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/4254311048540515307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/fadhilah-menikah-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/4254311048540515307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/4254311048540515307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/fadhilah-menikah-1.html' title='Fadhilah Menikah'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-350756173267578181</id><published>2008-12-10T05:24:00.003+07:00</published><updated>2008-12-10T05:27:47.699+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Suami'/><title type='text'>Renungan buat Suami</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suami adalah kepala rumah tangga, dialah nahkoda bahtera yang sedang mengarungi lautan kehidupan keluarga, dialah yang mengatur dan bertanggung jawab atas segala yang terjadi dalam rumah tangga, khususnya hubungan suami-istri. Tugas berat ini bisa berjalan dengan baik, kalau seandainya ada keharmonisan dengan sang istri tercinta. Bukan suami saja yang berhak mendapatkan rasa kesenangan dari sang istri, tapi sebaliknya sang istri berhak juga mendapatkan hal itu dari sang suami. Dalam artikel yang singkat ini ada beberapa poin sebagai renungan sang suami dalam rangka menjalin keharmonisan rumah tangga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Wahai sang suami....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Apakah membebanimu wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala anda masuk ketemu istri tercinta, agar anda meraih pahala dari Allah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala anda melihat anak dan istrimu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu disaat anda menghampiri dirinya?&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Apakah memberatkanmu untuk mengangkat sesuap nasi dan meletakkannya di mulut sang istri, agar anda mendapat pahala?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Apakah termasuk susah, kalau anda masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan lengkap: Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh agar anda meraih 30 kebaikan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Apa yang membebanimu jika anda menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tanyalah keadaan istrimu di saat anda masuk rumah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Apakah memberatkanmu jika anda menuturkan kepada istrimu di saat masuk rumah: &lt;i style=""&gt;“Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisimu, dari pagi sampai sekarang, serasa bagaikan setahun “.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sesungguhnya jika anda betul-betul mengharapkan pahala dari Allah walau anda letih dan lelah, anda mendekati sang istri tercinta dan menjimaknya, maka anda mendapatkan pahala dari Allah, karena Rasulullah bersabda: “Dan dari air mani seseorang kalian ada sedekah”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Apakah melelahkanmu wahai hamba Allah jika anda berdoa dan berkata: “Ya Allah perbaikilah istriku dan berkatilah daku pada dirinya “ .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Ucapan baik adalah sedekah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Wajah yang berseri dan senyum yang manis di hadapan istri adalah sedekah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Mengucapkan salam mengandung beberapa kebaikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Berjabat tangan menggugurkan dosa-dosa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Berhubungan badan mendapatkan pahala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sumber : Kitab Fiqh pergaulan suami istri oleh Syeikh Musthofa Al Adawi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;dari : &lt;a href="http://cafe.degromiest.nl/node/287"&gt;Komunitas Muslim Groningen, Belanda&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-350756173267578181?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/350756173267578181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/renungan-buat-suami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/350756173267578181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/350756173267578181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/renungan-buat-suami.html' title='Renungan buat Suami'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-827309730309892387</id><published>2008-12-10T05:17:00.003+07:00</published><updated>2008-12-10T05:22:22.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Istri'/><title type='text'>Renungan buat Istri</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Istri dalam suatu rumah tangga memiliki peranan penting, di samping wajib menta'ati suami, sang istri adalah tempat menghilangkan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-size:100%;" &gt;rasa lelah dan payah suami.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Maka dalam tulisan pendek ini ada beberapa renungan buat sang istri agar rumah tangga itu tetap berbahagia dan harmonis, silahkan disimak &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wahai sang istri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah akan membahayakan dirimu, kalau anda menemui suamimu dengan wajah yang berseri, dihiasi senyum yang manis di saat dia masuk rumah? Apakah memberatkanmu, apabila anda menghapus debu dari wajahnya, kepala dan baju serta mengecup pipinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda merasa sulit, jika anda menunggu sejenak di saat dia memasuki rumah dan tetap berdiri sampai dia duduk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tidak akan menyulitkanmu jika anda berkata pada suami: “&lt;i&gt;Alhamdulillah atas keselamatan Kanda, kami sangat rindu kedatanganmu, selamat datang kekasihku “.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdandanlah untuk suamimu, harapkanlah pahala dari Allah di waktu anda berdandan itu, karena Allah itu indah dan mencintai keindahan. Pakailah parfum dan ber&lt;i&gt;make-up&lt;/i&gt;lah serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhi dan jauhilah bermuka masam dan cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah anda mendengar dan menghiraukan perusak dan pengacau yang akan merusak dan mengacaukan keharmonisan dengan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangalah selalu tampak sedih dan gelisah, akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah berbicara terhadap laki-laki lain dengan lemah lembut, sehingga menyebabkan orang yang di hatinya ada penyakit mendekatimu dan mengira hal-hal yang jelek terhadap dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalulah berada dalam keadaan lapang dada, hati tenteram dan ingat kepada Allah setiap saat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringankanlah suamimu dari keletihan, kepedihan, dan musibah serta kesedihan yang menimpanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu bapaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didiklah anak-anakmu dengan baik. Isilah rumah denga tasbih, tahlil, tahmid dan takbir, perbanyaklah membaca Al Quran terutama &lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt; Al Baqarah, karena &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; itu dapat mengusir syaitan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Bangunkanlah suamimu untuk melaksanakan shalat malam, doronglah dia untuk melaksanakan puasa sunat, ingatkan dia akan keutamaan bersedekah, dan jangan anda menghalanginya untuk menjalin silaturahim dengan karib kerabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyaklah beristighfar untuk dirimu, suamimu, serta kedua orang tua dan seluruh kaum muslimin. Berdoalah kepada Allah agar dianugerahkan keturunan yang baik, niat yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat. Ketahuilah sesungguhnya Rabbmu Maha Mendengar doa dan mencintai orang yang nyinyir dalam meminta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;"Dan Rabb-mu berkata: serulah Aku niscaya Aku penuhi doamu&lt;/b&gt;" (Al Mukmin:60) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber :Kitab Fiqh pergaulan suami istri oleh Syeikh Musthofa Al Adawi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dari : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://cafe.degromiest.nl/node/287"&gt;Komunitas Muslim Groningen, Belanda&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-827309730309892387?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/827309730309892387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/renungan-buat-istri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/827309730309892387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/827309730309892387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/renungan-buat-istri.html' title='Renungan buat Istri'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-4076505907213566137</id><published>2008-12-09T04:23:00.007+07:00</published><updated>2008-12-09T04:34:24.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Ibu Cerdas, Anak pun  Cerdas</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;!--Content--&gt;          &lt;table border="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;            &lt;/tr&gt;     &lt;tr valign="top"&gt;            &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;            &lt;/tr&gt;     &lt;tr valign="top"&gt;            &lt;/tr&gt;     &lt;tr valign="top"&gt;            &lt;/tr&gt;     &lt;tr valign="top"&gt;       &lt;td valign="top" width="100%"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(164, 134, 13);font-family:monotype Corsiva;" &gt;A&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;nak yang cerdas merupakan dambaan setiap ibu, termasuk Anda tentunya. Tahukah Anda, setidaknya ada 3 faktor penting yang mempengaruhi kecerdasan seorang anak, yakni faktor genetik (keturunan), nutrisi, dan stimulasi lingkungan. Ketiga faktor tadi sangat berpengaruh dan saling mendukung terhadap pencapaian potensi anak yang optimal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Faktor genetik memang tidak dapat diubah. Namun jangan lupakan faktor nutrisi dan stimulasi. Ibu yang cerdas akan memperhatikan kebutuhan anaknya akan nutrisi dan stimulasi sejak dini. Sehingga bukan tidak mungkin anak Anda nantinya tumbuh menjadi anak yang cerdas. Demikian yang terungkap dalam diskusi bertema &lt;span style="color: rgb(0, 64, 128);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;&lt;strong&gt;“Be a Smart Mom: Memberikan Nutrisi Terbaik untuk Kecerdasan Anak”&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; di Hotel Le Meridien, Jakarta, 1 November yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(164, 134, 13);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Nutrisi Terbaik&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Pada saat dilahirkan, setiap bayi memiliki sekitar 100 milyar sel otak, namun belum semua sel-sel otak bayi saling terhubung dengan sempurna. Otak mengalami masa konstruksi sejak janin hingga dekade pertama masa kanak-kanak. Upaya yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan hubungan antar sel tersebut adalah melalui pemberian nutrisi. Selama masa konstruksi ini, lebih banyak sel-sel syaraf yang terbentuk dan dipakai. Kekuatan dan jumlah hubungan baru antar sel-sel syaraf tersebut menjadi dasar untuk memori pada seorang anak sampai masa dewasa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Pada tahap awal kehidupan seorang anak, nutrisi yang baik sangatlah penting. Banyak zat gizi yang diperlukan untuk perkembangan otak yang sehat, antara lain protein dan asam amino, AA-DHA, GA (gangliosida), kolina, dan zat gizi mikro lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan otak adalah gangliosida. Gangliosida diperlukan untuk pembentukan memori dan fungsi umum otak besar, pertumbuhan dan pembentukan sel syaraf serta sebagai modulator, yang melakukan transmisi informasi dan menyimpan data.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Gangliosida secara alami banyak terdapat pada ASI terutama saat 6 minggu pertama menyusui. Oleh karena itu, dianjurkan kepada seorang ibu untuk memberikan ASI bagi buah hatinya. Gangliosida juga dapat diperoleh dari nutrisi yang mengandung gangliosida seperti susu. Ibu yang bijak diharapkan memberikan makanan tambahan yang mengandung gangliosida seperti susu bagi anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(164, 134, 13);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Stimulasi juga Penting&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Hal penting yang perlu Anda ingat, nutrisi saja tidaklah cukup tanpa diimbangi dengan stimulasi sejak dini. Stimulasi dini memainkan peranan yang sangat penting dalam tumbuh kembang motorik bayi dan balita. Seorang ibu diharapkan dapat menstimulasi anak dengan bermain dan berinteraksi dengan lingkungannya, berolahraga dan beraktifitas kreatif lainya agar stimulasi untuk perkembangan otak anak semakin lengkap. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Diskusi yang menghadirkan &lt;span style="color: rgb(0, 64, 128);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;&lt;strong&gt;Dr. Hardiono D. Pusponegoro, SpA(K)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(0, 64, 128);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;&lt;strong&gt;Dr. Handryastuti, SpA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; sebagai narasumber ini menekankan agar anak secara teratur diberikan stimulasi yang merangsang perkembangan otaknya. Dalam diskusi juga hadir Mona Ratuliu yang bertindak sebagai moderator.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber www.medicastore.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-4076505907213566137?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/4076505907213566137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/ibu-cerdas-anak-pun-cerdas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/4076505907213566137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/4076505907213566137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/ibu-cerdas-anak-pun-cerdas.html' title='Ibu Cerdas, Anak pun  Cerdas'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-8109092607138153227</id><published>2008-12-05T08:54:00.004+07:00</published><updated>2008-12-05T09:06:02.901+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mendidik Anak'/><title type='text'>Pendidikan Sex pada Anak dan Remaja</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pendidikan Seksual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Menurut Sarlito dalam bukunya Psikologi Remaja (1994), secara umum pendidikan seksual adalah suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia yang jelas dan benar, yang meliputi proses terjadinya pembuahan, kehamilan sampai kelahiran, tingkah laku seksual, hubungan seksual, dan aspek-aspek kesehatan, kejiwaan dan kemasyarakatan. Masalah pendidikan seksual yang diberikan sepatutnya berkaitan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat, apa yang dilarang, apa yang dilazimkan dan bagaimana melakukannya tanpa melanggar aturan-aturan yang berlaku di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pendidikan seksual merupakan cara pengajaran atau pendidikan yang dapat menolong muda-mudi untuk menghadapi masalah hidup yang bersumber pada dorongan seksual. Dengan demikian pendidikan seksual ini bermaksud untuk menerangkan segala hal yang berhubungan dengan seks dan seksualitas dalam bentuk yang wajar. Menurut Singgih, D. Gunarsa, penyampaian materi pendidikan seksual ini seharusnya diberikan sejak dini ketika anak sudah mulai bertanya tentang perbedaan kelamin antara dirinya dan orang lain, berkesinambungan dan bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan dan umur anak serta daya tangkap anak ( dalam Psikologi praktis, anak, remaja dan keluarga, 1991). Dalam hal ini pendidikan seksual idealnya diberikan pertama kali oleh orangtua di rumah, mengingat yang paling tahu keadaan anak adalah orangtuanya sendiri. Tetapi sayangnya di Indonesia tidak semua orangtua mau terbuka terhadap anak di dalam membicarakan permasalahan seksual. Selain itu tingkat sosial ekonomi maupun tingkat pendidikan yang heterogen di Indonesia menyebabkan ada orang tua yang mau dan mampu memberikan penerangan tentang seks tetapi lebih banyak yang tidak mampu dan tidak memahami permasalahan tersebut. Dalam hal ini maka sebenarnya peran dunia pendidikan sangatlah besar.(www.e-psikologi.com:2002)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pendidikan Seks pada Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dalam pendidikan seks pada anak-anak, Pendidikan seks lebih diarahkan sebagai pendidikan mengenai anatomi organ tubuh, reproduksi seksual, sanggama serta aspek lain dari perilaku seksual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Memberikan pendidikan kepada buah hati, terutama yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) harus dilakukan dengan bahasa konkrit (bukan abstrak) dan operasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Menurut pakar psikologi, Dr. Rose Mini A.P., M.Psi., “Memberikan pendidikan seks pada anak sangat penting, bahkan meski dia tidak bertanya soal itu. Seiring perkembangan zaman, anak bisa mendapatkan informasi seks dari mana saja. jangan sampai dia menerima informasi yang salah, karena konsepnya berbeda.” Anak yang memiliki konsep beda mengenai seks akan terbawa hingga dewasa dan memengaruhi pola pikirnya kelak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sebelum mencapai usia pubertas, hal-hal yang perlu diketahui anak adalah: [1] Nama dan fungsi organ reproduksi, [2] Perubahan yang akan dialami saat memasuki masa puber (ditandai mimpi basah pada laki-laki dan haid pada anak perempuan), [3] Masalah menstruasi (jelaskan sesuai dengan batas kemampuan anak menerimanya), [4] Hubungan seksual dan kehamilan (imbangi pendidikan seks dengan moral dan agama yang kuat), [5] Bagaimana mencegah kehamilan (Berikan gambaran mengenai dampaknya, jangan lupa memasukkan unsur moral dan agama), [6] Masturbasi (hal yang normal, namun berikan batasan-batasan pada si anak), [7] Penyakit yang mungkin ditularkan melalui hubungan seksual, [8] Harapan dan nilai-nilai orang tua (mengenai pergaulan, yang boleh dan tidak boleh). (www.hanyawanita.com:2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;    Pendidikan seks tetap harus diberikan, sesuai dengan tingkat perkembangan anak, tujuannya tak lain adalah memberikan bekal pengetahuan serta membuka wawasan anak dan remaja seputar masalah seks secara benar dan jelas. Dengan pendidikan seks yang benar berarti menghindarkan anak dan remaja dari berbagai risiko negatif perilaku seksual, seperti kehamilan di luar nikah, pelecehan seksual dan penyakit menular seksual. Dalam pendidikan seks pada anak, sebaiknya menggunakan istilah yang sebenarnya. Menggunakan istilah aneh-aneh hanya akan membingungkan si anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;    (Dr. Rose Mini A.P., M.Psi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Namun, orang tua punya alasan sendiri kenapa enggan membahas masalah seks dengan anak-anak. “Mereka menganggap seks tabu dibicarakan secara terbuka. Tapi jangan lupa, anak-anak bisa mendapatkan informasi ini dari teman sebaya, yang belum terjamin kebenarannya.” (www.hanyawanita.com:2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pendidikan Seks pada Remaja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dorongan atau hasrat untuk melakukan hubungan seksual selalu muncul pada remaja, oleh karena itu bila tidak ada penyaluran yang sesuai (menikah) maka harus dilakukan usaha untuk memberi pengertian dan pengetahuan mengenai hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Adapun faktor-faktor yang dianggap berperan dalam munculnya permasalahan seksual pada remaja, menurut Sarlito W. Sarwono (Psikologi Remaja,1994) adalah sebagai berikut : [1] Perubahan-perubahan hormonal yang meningkatkan hasrat seksual remaja. Peningkatan hormon ini menyebabkan remaja membutuhkan penyaluran dalam bentuk tingkah laku tertentu, [2] Penyaluran tersebut tidak dapat segera dilakukan karena adanya penundaan usia perkawinan, baik secara hukum oleh karena adanya undang-undang tentang perkawinan, maupun karena norma sosial yang semakin lama semakin menuntut persyaratan yang terus meningkat untuk perkawinan (pendidikan, pekerjaan, persiapan mental dan lain-lain), [3] Norma-norma agama yang berlaku, dimana seseorang dilarang untuk melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Untuk remaja yang tidak dapat menahan diri memiliki kecenderungan untuk melanggar hal-hal tersebut, [4] Kecenderungan pelanggaran makin meningkat karena adanya penyebaran informasi dan rangsangan melalui media masa yang dengan teknologi yang canggih (cth: VCD, buku stensilan, Photo, majalah, internet, dan lain-lain) menjadi tidak terbendung lagi. Remaja yang sedang dalam periode ingin tahu dan ingin mencoba, akan meniru apa dilihat atau didengar dari media massa, karena pada umumnya mereka belum pernah mengetahui masalah seksual secara lengkap dari orangtuanya, [5] Orangtua sendiri, baik karena ketidaktahuannya maupun karena sikapnya yang masih mentabukan pembicaraan mengenai seks dengan anak, menjadikan mereka tidak terbuka pada anak, bahkan cenderung membuat jarak dengan anak dalam masalah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Adanya kecenderungan yang makin bebas antara pria dan wanita dalam masyarakat, sebagai akibat berkembangnya peran dan pendidikan wanita, sehingga kedudukan wanita semakin sejajar dengan pria.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pada dasarnya pendidikan seks untuk anak dan remaja memang perlu. Peran orang tualah yang dituntut lebih dominan untuk memperkenalkan sesuai dengan usia dan perkembangan si anak hingga beranjak dewasa.Memberikan pengetahuan pada remaja tentang resiko seks bebas, baik secara psikologis maupun emosional, serta sosial, juga akan dapat membantu agar terhindar dari pelanggaran norma yang berlaku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber : http://www.edubenchmark.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-8109092607138153227?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/8109092607138153227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/pendidikan-sex-pada-anak-dan-remaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/8109092607138153227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/8109092607138153227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/pendidikan-sex-pada-anak-dan-remaja.html' title='Pendidikan Sex pada Anak dan Remaja'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1975702990527636708.post-1674395024632734846</id><published>2008-12-04T20:50:00.001+07:00</published><updated>2008-12-05T08:41:10.431+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mendidik Anak'/><title type='text'>Pendidikan Anak Dalam Islam</title><content type='html'>Pendidikan anak adalah perkara yang sangat penting di dalam Islam. Di dalam Al-Quran kita dapati bagaimana Allah menceritakan petuah-petuah Luqman yang merupakan bentuk pendidikan bagi anak-anaknya. Begitu pula dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita temui banyak juga bentuk-bentuk pendidikan terhadap anak, baik dari perintah maupun perbuatan beliau mendidik anak secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pendidik, baik orangtua maupun guru hendaknya mengetahui betapa besarnya tanggung-jawab mereka di hadapan Allah ‘azza wa jalla terhadap pendidikan putra-putri islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang perkara ini, Allah azza wa jalla berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (At-Tahrim: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu -tidak bisa tidak-, seorang guru atau orang tua harus tahu apa saja yang harus diajarkan kepada seorang anak serta bagaimana metode yang telah dituntunkan oleh junjungan umat ini, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beberapa tuntunan tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Menanamkan Tauhid dan Aqidah yang Benar kepada Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa tauhid merupakan landasan Islam. Apabila seseorang benar tauhidnya, maka dia akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tanpa tauhid dia pasti terjatuh ke dalam kesyirikan dan akan menemui kecelakaan di dunia serta kekekalan di dalam adzab neraka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan mengampuni yang lebih ringan daripada itu bagi orang-orang yang Allah kehendaki” (An- Nisa: 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, di dalam Al-Quran pula Allah kisahkan nasehat Luqman kepada anaknya. Salah satunya berbunyi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”.(Luqman: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah memberikan contoh penanaman aqidah yang kokoh ini ketika beliau mengajari anak paman beliau, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dengan sanad yang hasan. Ibnu Abbas bercerita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada suatu hari aku pernah berboncengan di belakang Nabi (di atas kendaraan), beliau berkata kepadaku: “Wahai anak, aku akan mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia) berkumpul untuk memberikan satu pemberian yang bermanfaat kepadamu, tidak akan bermanfaat hal itu bagimu, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan bermanfaat bagimu). Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia)berkumpul untuk mencelakakan kamu, tidak akan mampu mencelakakanmu sedikitpun, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan sampai dan mencelakakanmu). Pena telah diangkat, dan telah kering lembaran-lembaran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara-perkara yang diajarkan oleh Rasulllah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ibnu Abbas di atas adalah perkara tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk aqidah yang perlu ditanamkan kepada anak sejak dini adalah tentang dimana Allah berada. Ini sangat penting, karena banyak kaum muslimin yang salah dalam perkara ini. Sebagian mengatakan bahwa Allah ada dimana-mana. Sebagian lagi mengatakan bahwa Allah ada di hati kita, dan beragam pendapat lainnya. Padahal dalil-dalil menunjukkan bahwa Allah itu berada di atas arsy, yaitu di atas langit. Dalilnya antara lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ar-Rahman beristiwa di atas ‘Arsy” (Thaha: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna istiwa adalah tinggi dan meninggi sebagaimana di dalam riwayat Al-Bukhari dari tabi’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dari hadits,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada seorang budak wanita, “Dimana Allah?”. Budak tersebut menjawab, “Allah di langit”. Beliau bertanya pula, “Siapa aku?” budak itu menjawab, “Engkau Rasulullah”. Rasulllah kemudian bersabda, “Bebaskan dia, karena sesungguhnya dia adalah wanita mu’minah”. (HR. Muslim dan Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Mengajari Anak untuk Melaksanakan Ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya sejak kecil putra-putri kita diajarkan bagaimana beribadah dengan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mulai dari tatacara bersuci, shalat, puasa serta beragam ibadah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” (HR. Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ajarilah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika mereka berusia sepuluh tahun (bila tidak mau shalat-pen)” (Shahih. Lihat Shahih Shahihil Jami’ karya Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mereka telah bisa menjaga ketertiban dalam shalat, maka ajak pula mereka untuk menghadiri shalat berjama’ah di masjid. Dengan melatih mereka dari dini, insya Allah ketika dewasa, mereka sudah terbiasa dengan ibadah-ibadah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Mengajarkan Al-Quran, Hadits serta Doa dan Dzikir yang Ringan kepada Anak-anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dengan surat Al-Fathihah dan surat-surat yang pendek serta doa tahiyat untuk shalat. Dan menyediakan guru khusus bagi mereka yang mengajari tajwid, menghapal Al-Quran serta hadits. Begitu pula dengan doa dan dzikir sehari-hari. Hendaknya mereka mulai menghapalkannya, seperti doa ketika makan, keluar masuk WC dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Mendidik Anak dengan Berbagai Adab dan Akhlaq yang Mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajarilah anak dengan berbagai adab Islami seperti makan dengan tangan kanan, mengucapkan basmalah sebelum makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan akhlak. Tanamkan kepada mereka akhlaq-akhlaq mulia seperti berkata dan bersikap jujur, berbakti kepada orang tua, dermawan, menghormati yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda, serta beragam akhlaq lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Melarang Anak dari Berbagai Perbuatan yang Diharamkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya anak sedini mungkin diperingatkan dari beragam perbuatan yang tidak baik atau bahkan diharamkan, seperti merokok, judi, minum khamr, mencuri, mengambil hak orang lain, zhalim, durhaka kepada orang tua dan segenap perbuatan haram lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Menanamkan Cinta Jihad serta Keberanian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacakanlah kepada mereka kisah-kisah keberanian Nabi dan para sahabatnya dalam peperangan untuk menegakkan Islam agar mereka mengetahui bahwa beliau adalah sosok yang pemberani, dan sahabat-sahabat beliau seperti Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan Muawiyah telah membebaskan negeri-negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanamkan pula kepada mereka kebencian kepada Yahudi dan orang-orang zhalim. Tanamkan bahwa kaum muslimin akan membebaskan Al-Quds ketika mereka mau kembali mempelajari Islam dan berjihad di jalan Allah. Mereka akan ditolong dengan seizin Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didiklah mereka agar berani beramar ma’ruf nahi munkar, dan hendaknya mereka tidaklah takut melainkan hanya kepada Allah. Dan tidak boleh menakut-nakuti mereka dengan cerita-cerita bohong, horor serta menakuti mereka dengan gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Membiasakan Anak dengan Pakaian yang Syar’i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya anak-anak dibiasakan menggunakan pakaian sesuai dengan jenis kelaminnya. Anak laki-laki menggunakan pakaian laki-laki dan anak perempuan menggunakan pakaian perempuan. Jauhkan anak-anak dari model-model pakaian barat yang tidak syar’i, bahkan ketat dan menunjukkan aurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang meniru sebuah kaum, maka dia termasuk mereka.” (Shahih, HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anak-anak perempuan, biasakanlah agar mereka mengenakan kerudung penutup kepala sehingga ketika dewasa mereka akan mudah untuk mengenakan jilbab yang syar’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa tuntunan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mendidik anak. Hendaknya para orang tua dan pendidik bisa merealisasikannya dalam pendidikan mereka terhadap anak-anak. Dan hendaknya pula mereka ingat, untuk selalu bersabar, menasehati putra-putri Islam dengan lembut dan penuh kasih sayang. Jangan membentak atau mencela mereka, apalagi sampai mengumbar-umbar kesalahan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa bermanfaat, terutama bagi orangtua dan para pendidik. Wallahu a’lam bishsawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;)* Diringkas oleh Abu Umar Al-Bankawy dari kitab Kaifa Nurabbi Auladana karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu dan hadits-hadits tentang hukum gambar ditambahkan dari Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah karya Syaikh Muqbil bin Hadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicopy dari: www.wiramandiri.wordpress.com.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1975702990527636708-1674395024632734846?l=keluargasakinahh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/feeds/1674395024632734846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/pendidikan-anak-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/1674395024632734846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1975702990527636708/posts/default/1674395024632734846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargasakinahh.blogspot.com/2008/12/pendidikan-anak-dalam-islam.html' title='Pendidikan Anak Dalam Islam'/><author><name>Ummu Halimah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07937127295171345263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_itJajKo-X7s/SW8I8mDiyUI/AAAAAAAAACg/3wZN2UtLR-U/S220/kerudung.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
